|
Integritas, Modal Utama Pemimpin
Untuk menjadi pemimpin (leader) yang admiral, seseorang harus memiliki
berbagai persyaratan. Di antaranya, kompetensi, knowledge yang meliputi
skill, attitude, network, kredibel dengan integritas yang teruji serta
honestly (kejujuran).
Tanpa persyaratan itu semua, mustahil seseorang itu akan menjadi leader yang excellent.
Berbagai poin penting itu disampaikan Direktur Utama PT Semen Padang (PTSP), Drs E. Irzal SE Ak MBA saat menyampaikan Kuliah Umum perdana Angkatan XV Program Magister Managemen di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Jati, Sabtu (28/6).
Irzal yang tampil membawakan materi “Leadership Concept in Business” menegaskan, menjadi pemimpin itu harus disiapkan dengan baik. Tidak ada pemimpin yang muncul secara mendadak. Kalaupun ada, jumlahnya hanya 1 dari 1000 orang. Dan modal utama yang sangat menentukan perjalanan kepemimpinan seseorang adalah integritas.
“Faktor integritas mempunyai nilai yang sangat tinggi. Dan membangun integritas itu sangat sulit, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh penempaan dan pengalaman serta jam terbang. Khusus di PTSP, persoalan integritas merupakan hal yang sangat penting. Bagi karyawan yang integritasnya buruk, dengan sendirinya akan tersingkir,” imbuh Irzal yang pernah mengabdi di Indosat sebelum di PTSP.
Bila semua persyaratan itu telah terpenuhi maka dalam prakteknya, sebut Irzal, ada beberapa upaya yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin. Di antaranya, menjadi model (contoh, tauladan) bagi karyawan, bisa memberikan inspirasi, berani memberikan tantangan kepada karyawan, memberikan apresiasi, motivasi kepada bawahan, memiliki sikap melayani dan berkorban dan siap menerima kritik sebagai feedback untuk mencapai hasil yang memuaskan.
Selain hal di atas, Irzal juga menyebutkan, seorang pemimpin harus bisa menjadi pengikut, jangan pernah takut terhadap asumsi karena asumsi merupakan guidance dalam melaksanakan setiap tahapan kerja.
Satu hal yang juga penting, seorang pemimpin jangan terlalu percaya pada apa yang disampaikan bawahan atau karyawan dan juga jangan takut untuk gagal. Kegagalan adalah hal yang biasa, namun jangan sampai gagal untuk kedua kalinya pada hal yang sama. Dan, pemimpin yang baik menjadi guru bagi karyawan atau bawahan. Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Syafrudin Karimi menjelaskan, Program MM FEUA sengaja menghadirkan setiap praktisi dalam materi Kuliah Umum semester baru didasarkan pertimbangan untuk memberikan pencerahan kepada para mahasiswa.
“Kita ingin mahasiswa MM FEUA mengetahui informasi tidak hanya pada sisi teori semata, akan tetapi juga realitas bisnis. Dengan demikian, teori yang diajarkan akan terlihat aplikasinya seperti yang diterapkan para praktisi bisnis di lapangan,” tandas Syafrudin. Senada hal itu, Direktur Program MM FEUA, DR Herri MBA menyebutkan, dipilihnya Direktur Utama PTSP, E. Irzal sebagai pemateri pada Kuliah Umum kali ini mengingat prestasi yang telah dilakukannya. Seperti diketahui, E. Irzal masuk ke PTSP dalam kondisi dimana perusahaan semen tertua itu tengah mengalami situasi yang sulit.
“Kita melihat berkat kepiawaiannya dalam memanage perusahaan, kini PTSP mampu keluar dari krisis dan menjadi perusahaan kebanggaan Sumatera Barat. Dengan menghadirkan Dirut PTSP, kita juga ingin program MM FEUA mampu melahirkan manager-manager yang handal dan memiliki kemampuan leadership dan attitude yang bagus,” tandas Herri. Para mahasiswa program MM FEUA dan alumni yang hadir pada Kuliah Umum Perdana Angkatan XV itu terlihat antusias. Berbagai pertanyaan dilontarkan peserta dan dijawab lugas oleh E. Irzal. (bim)
|