Saat ini ada 2 tamu online
Kirab Obor Nasional Disambut Meriah pdf  | cetak |
Senin, 30 Juni 2008
PAYOKUMBUAH, METRO-- Obor Nasional yang dibawa secara estafet ke seluruh kabupaten dan kota di Tanah Air, tiba di Payokumbuah, Jum’at (27/6), sekitar pukul 14.00 WIB. Pasukan kirab pembawa obor nasional ini, ditunggu di depan Pos Polisi Kota di Jalan Sudirman Payokumbuah oleh ratusan warga bersama petinggi kota ini.
 Kirab obor nasional tersebut, dalam rangkaian peringatan Seratus Tahun  Kebangkitan Nasional. Di Payokumbuah, obor nasional tersebut diterima dari pasukan kirab dari Kota Solok. Pasukan penerimanya berasal dari berbagai siswa SLTA terbaik kota ini yang tergabung dalam Paskibraka.

Asisten I Setdako Drs Richard Moesa  menerima obor tersebut dari pembawa obor Kota Solok, untuk selanjutnya  diserahkan kepada pasukan pembawa obor dari Payakumbuh. Disaksikan langsung Wawako Payokumbuah H. Syamsul Bahri Dt. Bandaro Putiah dan unsur Muspida serta sejumlah pimpinan SKPD dan ratusan warga kota. Wawako dalam sambutannya, mengajak warga untuk memahami arti dari semangat kebangkitan nasional. Manifestasi dari kebangkitan nasional, di antaranya meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan seluruh anak bangsa. Hanya dengan kebersamaan, bangsa ini akan cepat maju, mengejar ketinggalannya dengan bangsa lainnya.

Pasukan inti kirab obor nasional, berkekuatan 34 personil. Terdiri dari pasukan lima yang membawa obor, kemudian pasukan 21 membawa bendera merah putih dan pasukan 8 pembawa pataka.Obor nasional ini, disemayamkan di  depan Kantor Parsenibud di Medan nan Bapaneh Payokumbuah. Untuk selanjutnya, obor ini akan dibawa pasukan kirab ke Provinsi Riau, Minggu (29/6). Penyerahan obor yang dibawa pasukan kirab Payakumbuh itu, akan diserahkan Sekdaprop Sumbar Drs H Yohanes Dahlan, kepada Sekdaprop Riau di Bangkinang, sekitar pukul 14.00.Kirab obor nasional ini di Payokumbuah, juga bakal diisi dengan kegiatan bakti sosial, berupa penanaman pohon penghijauan, pengobatan gratis dan sunat massal serta penampilan kesenian masyarakat Payokumbuah. (nur)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Syawir seorang Pemulung Tanpa Tempat Tinggal, Hidup Sebatang Kara

03.09.2008 | Metro Humaniora

Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…

Pabukuoan Jadi Lahan Bisnis

07.09.2008 | Metro Gaya

Selama menjalani puasa, kreativitas kalangan remaja sedikit menurun. Tentunya, hal tersebut tidak berlaku pada setiap remaja. Bagi sebagian…

peristiwa.gif

Deplu Siap Fasilitasi KPU

06.09.2008

JAKARTA, METRO-- Rencana Komisis Pemilihan Umum (KPU) untuk mengadakan membentuk Panitia Pemilihan Luar Negeri ke-14 negara direspons positif…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Tradisi Asmara Subuh, Pelampiasan Ruang Kontak Sosial?

07.09.2008 | Metro Padang

LUBUAK LINTAH, METRO-- Tradisi Asmara Subuh bagi kalangan remaja di sebagian Kota di Sumbar, merupakan kronologis penyimpangan dari…


selamat_metro.jpg

advert-4.jpg

indosat.gif