|
Modal Jadi Kendala |
pdf
|
| cetak |
|
|
Senin, 30 Juni 2008 |
|
PADANG ARO, METRO-- Perkembangan perkoperasian di Kabupaten
Solok Selatan, belakangan ini semakin membaik. Bahkan sejak berdiri
sendiri dan lepas dari daerah induk Kabupaten Solok, jumlah koperasi
yang ada bertambah dua kali lipat.
Meskipun perkembangannya baik, namun sektor permodalan tetap saja menjadi kendala utama. Hal yang cukup menggembirakan, dari 73 buah koperasi yang ada saat ini (aktif 68-red), setiap koperasi rata-rata mampu menghimpun lima orang tenaga kerja, atau dengan kata lain koperasi yang ada telah menyerap sedikitnya 340 orang tenaga kerja.
Demikian dikatakan Kabag Tata Usaha Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Solok Selatan M Yasin BA kepada POSMETRO di Padang Aro, Minggu (29/6) kemarin. “Alhamdulillah, perkembangan perkoperasian di Solok Selatan cukup bagus. Bahkan saat ini, koperasi pun telah mampu menghimpun sejumlah tenaga kerja. Namun demikian, kami tetap saja tersendat dengan masalah modal usaha yang terbatas,” imbuhnya.
Saat ini, dengan telah adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Solsel dan Diskop dan PKM Sumbar untuk mengedepankan sapi potong dan perikanan air tawar sebagai produk unggulan, maka seluruh koperasi yang ada akan diarahkan untuk bisa menggerakkan kegiatannya ke sektor itu. “Saat ini hasilnya memang belum begitu terlihat, tapi dalam enam bulan ke depan, insyaallah Kabupaten Solok Selatan akan survive dengan produk unggulan tersebut,” imbuhnya mengakhiri.(ted)
|
|
|
|
06.09.2008
JAKARTA, METRO-- Rencana Komisis Pemilihan Umum (KPU) untuk mengadakan membentuk Panitia Pemilihan Luar Negeri ke-14 negara direspons positif…
07.09.2008 | Metro Padang
LUBUAK LINTAH, METRO-- Tradisi Asmara Subuh bagi kalangan remaja di sebagian Kota di Sumbar, merupakan kronologis penyimpangan dari…
|
|