Saat ini ada 3 tamu online
Korban Trafficking Dipulangkan, Kerap Berikan Keterangan Berbelit Saat Diperiksa Polisi pdf  | cetak |
Selasa, 01 Juli 2008
SUDIRMAN, METRO-- Akhirnya Kenanga (6) korban yang lolos dari aksi bapaknya untuk menjualnya pada seseorang (human trafficking)  dan ibuknya Sri Widya (42), Sabtu (28) pekan kemarin dipersilahkan jajaran Sat Reskrim Polresta Bukiktinggi, untuk kembali ke kampungnya di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Alasan tersebut diambil, karena kuat dugaan semua keterangan korban, telalu berbelit-belit dan banyak memberi keterangan palsu.
“Susah kita untuk mengungkap pelaku kasus tentang percobaan penjualan anak in. Karena, dari semua keterangan yang disampaikan ibu korban, kebanyakan adalah palsu. Seperti, keberadaan yang bersangkutan di kampungnya sesuai alamat yang diberikan, kalau tidak ada seorangpun yang mengenal korban ini, apalagi tentang tersangka yaitu suami dari ibuk korban juga memberikan nama yang berbeda dari keterangan pertama, akhirnya kita persilahkan pulang ke kampungnya,” terang Kapolresta Bukiktinggi melalui Kasat Reskrim AKP Hadi Winarno saat ditemui POSMETRO, Senin (30/6).

Selain itu, menurut Hadi, salah satu kebohongan yang dibuat Sri Widya yaitu, kalau pihak Reskrim sudah mengirimkan alamat yang diberikan korban pada polisi pada seseorang di daerah Ngawi untuk mengecek kebenaran korban adalah warga daerah tersebut. Setelah, dilakukan penyelidikan di kampung korban daerah Ngawi, ternyata tidak ada yang bernama Sri Widya dan Kenanga sesuai ciri-ciri yang diberikan Sat Reskrim.

Selain itu, kecurigaan juga timbul selama Sri Widya dan anaknya dalam pengawasan Sat Reskrim, dimana yang bersangkuta sering mengeluarkan handphone (HP) dan sering menghubungi seseorang, padahal dia mengakui tidak memiliki uang. “Dari sini jelas, kalau kasus yang bersangkutan ini tidak ada gunanya dikembangkan. Karena, yang bersangkutan sudah berbelit-belit dalam memberi keterangan. Apalagi, dia yang mengakui berasal dari kampung dan tidak mempunyai uang, malah memiliki HP dengan pulsa yang terisi. Dimana, sering dia kepergok saat menelpon seseorang,” ulas Hadi.

Dikatakan Hadi, pada pengecekan keberadaan tersangka di alamat kampung yang diberikannya itu sesuai ciri-ciri yang diberikan tidak ada yang bernama Sri Widya dan Kenanga. Namun, yang ada di kampung tersebut perempuan dan seorang anaknya yaitu bernama Ramiatun dan anaknya bernama Esti. Selain itu, perempuan yang dimaksud juga sudah janda dan seseorang yang disebut-sebut Triyono yaitu suaminya yang sudah berusaha menjual anaknya, juga tidak ditemukan nama tersebut di kampung itu. “Selain kita mengecek ke kampung yang bersangkutan, kita juga sudah melakukan pengecekan ke daerah Kapeh Panji Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam, tempat komunitas masyarakat dari Ngawi berdomisili. Dari keterangan tersebut, juga diakui tidak ada masyarakat di kampung itu bernama Sri Widya dan Kenanga,” tandas Hadi.

Dengan semua kejanggalan itu, maka pihaknya, dijelaskan Hadi mengambil keputusan untuk memulangkan Sri Widya dan anaknya ke Ngawi Jawa Timur dan diberi sejumlah uang sekedar untuk ongkos pulang pada Sabtu (28/6) pekan kemarin sekitar pukul 10.00 WIB. Ketika akan dipulangkan tersebut, yang bersangkutan juga menolak untuk diantarkan ke Bus menuju pulau Jawa, malah memilih jalan kaki dari Mapolresta menuju lapangan kantin. “Disini kita juga menaruh curiga pada yang bersangkutan, apakah termasuk dalam komplotan tindakan kejahatan lainnya, namun kita belum bisa memastikan. Namun, kita akan terus berupaya memantau, apakah yang bersangkutan ini masih berada di Bukiktinggi,” tandas Hadi.

Beradanya yang bersangkutan di Mapolresta Bukiktinggi, seperti pernah diberitakan koran ini sebelumnya, kalau Kenanga (6) warga Ngawi Jawa Timur bisa lolos dari niat jahat bapak kandungnya, untuk menjualnya pada sindikat penjualan anak di Bukiktinggi pada Jumat (20/6) dinihari sekitar pukul 00.30 WIB di sekitar terminal Aua Kuniang Bukiktinggi. Berhasilnya korban bersama ibunya Sri Widya (42) meloloskan diri karena pada malam kejadian karena secara kebetulan lewat mobil patroli polisi dan semua oknum itu langsung kabur, akhirnya Selasa (24/6) yang lalu kedua orang ibu dan anak tersebut diantarkan seseorang ke Mapolresta Bukiktinggi yang langsung ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Mapolresta Bukiktinggi. (wan)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Deplu Siap Fasilitasi KPU

06.09.2008

JAKARTA, METRO-- Rencana Komisis Pemilihan Umum (KPU) untuk mengadakan membentuk Panitia Pemilihan Luar Negeri ke-14 negara direspons positif…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

PLN Kembali Berjanji

06.09.2008 | Metro Padang

Mulai 10 September, Pemadaman 3 Jam Saja
SAWAHAN, METRO-- Semakin gencarnya keluhan masyarakat sekaitan dengan kebijakan pemadaman…


selamat_metro.jpg

advert-4.jpg

indosat.gif