Saat ini ada 5 tamu online
50 Pasar Nagari jadi Pilot Project pdf  | cetak |
Selasa, 01 Juli 2008
PADANG, METRO-- Program registrasi pedagang kaki lima (PKL) yang tengah dilakukan Dinas Koperasi dan Pengusaha Kecil dan Menengah Sumbar saat ini, akan segera berlanjut kepada program serupa terhadap pedagang kaki lima yang beraktivitas di pasar-pasar nagari yang ada di Sumbar. Untuk tahap awal, tahun 2009 mendatang, sebanyak 50 nagari akan dijadikan pilot project pemberdayaan PKL.
Meskipun 50 nagari telah direncanakan sebagai percontohan, namun Diskop dan PKM Sumbar sejauh ini belum menentukan nagari mana yang akan ditetapkan. Sebab semua itu sebelumnya harus melalui pengkajian dan proses penseleksian secara serius. Demikian dikatakan Kadiskop dan PKM Sumbar Drs H Syafrial S kepada POSMETRO di ruang kerjanya, Senin (30/6) kemarin. Program pemberdayaan PKL di nagari-nagari tersebut merupakan lanjutan dari program pemberdayaan terhadap PKL di sejumlah daerah.

“Jumlah PKL di Sumatera Barat kalau dirinci satu persatu sangat banyak dan tersebar tidak hanya di pusat-pusat kota saja. Dengan adanya program pemberdayaan PKL yang beraktivitas di pasar-pasar nagari, kami berharap tidak ada PKL yang tidak teregistrasi Diskop dan PKM Sumbar. Untuk tahap awal, kami menetapkan 50 nagari yang akan menjadi percontohan,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Syafrial juga menyebutkan kriteria PKL di pasar nagari yang akan diberdayakan. Selain mereka yang berdagang secara rutin dan pasti, juga mereka telah tercatat secara resmi di pasar-pasar tempat mereka beraktivitas dan tentunya mereka harus terhimpun dalam wadah koperasi. “Kami berharap, program yang kami buat bisa meningkatkan kesejahteraan PKL. Untuk itu, kepada semua pihak diharapkan agar bisa mensukseskannya,” imbuhnya mengakhiri. (ted)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Catatan Bapedalda Kota Padang, Batang Arau Paling Parah Tercemar

20.11.2008 | Metro Padang

SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…



advert-4.jpg

indosat.gif