|
BALAI KOTA, METRO-- Sebanyak 24 kelurahan di tiga Kecamatan yang ada di Bukiktinggi, mengikuti lokakarya Peran dan Fungsi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dan Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP), di aula kantor walikota lama, Jalan Sudirman, Selasa (1/7).
“Lokakarya digelar, dititikberatkan pada proses pemberdayaan dan
pembelajaran masyarakat dan pemerintah daerah, agar mampu melakukan
proses tranformasi sosial. Sehingga, peran dan tugas dari masing-masing
pelaku penanggulangan kemiskinan, dapat mendorong tumbuhnya kemandirian
masyarakat,” ungkap Wakil Walikota Bukiktinggi H Ismet Amzis SH saat
membuka kegiatan itu kemarin.
Katanya, kemiskinan perlu penanganan khususnya. Untuk wilayah
perkotaan, ciri umum dari kondisi fisik masyarakat miskin yakni tidak
ada akses ke prasarana dasar lingkungan yang memadai, kualitas
perumahan dan pemukiman yang jauh di bawah standar, serta mata
pencarian yang tidak menentu.
Sementara, Ketua Pelaksana kegiatan Ir Yuafrizal menyebutkan, lokakarya
bertujuan untuk mengevaluasi capaian aktivitas kelompok belajar
perkotaan (KBP), dalam memfasilitasi pelaksanaan kemiskinan kota, serta
melakukan evaluasi Forum Komunikasi Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM),
dalam meningkatkan kapasitas mereka.
Disamping itu, juga agar tersusunnya strategi dan langkah tindak lanjut
agar Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) dan Program
Jangka Menengah (PJM) kota, dapat terintegrasi dengan mekanisme
perencanaan pembangunan daerah yang termuat dalam Musyawarah
Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Tahun anggaran (TA) 2006 lalu, kegiatan P2KP berada di 8 kelurahan
dengan jumlah dana sebesar Rp 1,9 miliar. Pada TA 2007, mendapatkan
program PNPM–P2KP untuk 7 kelurahan (Rp 2 miliar). (ham)
|