Saat ini ada 10 tamu online
Karyawan SPBU Mogok pdf  | cetak |
Rabu, 02 Juli 2008
BANGKAWEH, METRO-- Tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bukiktinggi, tak melayani pelanggannya Selasa (1/7). Karyawan SPBU milik ANS itu, tak bekerja karena persoalan gaji yang tak sesuai upah minimum regional (UMR). Selain itu, persoalan jaminan kerja (asuransi) juga menjadi tuntutan.
Akibat enggan bertugas, selama tiga jam lebih SPBU tersebut kosong melompong. Sementara, para karyawan lebih memilih duduk-duduk di dekat kantor SPBU, yang masih berada di komplek pengisian bahan bakar minyak untuk umum tersebut. Setelah dijanjikan akan diberi keputusan oleh pimpinan SPBU, karyawan kembali bekerja seperti biasa. 

“Ini yang pertama kalinya kami mogok bekerja. Mogok ini dilatarbelakangi persoalan gaji di bawah UMR dan tidak adanya rasa nyaman dalam bekerja. Karena, kami tidak dilindungi melalui asuransi. Selain itu, gaji yang diterima tak cukup untuk biaya hidup sebulan. Apalagi, bagi karyawan yang telah berkeluarga,” ungkap seorang karyawan SPBU ANS di kawasan Bangkaweh Dori (28), saat ditemui POSMETRO kemarin.

Disebutkan Dori, selain di Bangkaweh, karyawan SPBU milik ANS lainnya yang mogok bekerja yakni SPBU di Batagak, Kecamatan Banuhampu dan SPBU di Lubuak Basuang. “Kami bekerja tiga shift sehari, untuk 20 orang pekerja. Rata-rata, kami telah bekerja selama 3 tahun, semenjak SPBU ini didirikan empat tahun lalu. Dengan upah Rp 540 ribu sebulan, rasanya sudah sangat jauh di bawah UMR provinsi yang sebesar Rp 800 ribu,” tukasnya.

Akhirnya, setelah mogok yang dimulai pukul 08.00 WIB itu berakhir sekitar pukul 11.00 WIB, seluruh karyawan SPBU Bangkaweh kembali menjalankan aktivitas melayani pelanggan. Karena, berdasarkan keterangan penanggungjawab SPBU Bangkaweh Hendri (28), kalau dia telah ditelpon pemilik SPBU Dafni Anas yang mengatakan, tuntutan karyawan itu akan diputuskan pada sore harinya. Sementara Dafni Anas sendiri, tidak pernah menjawab telepon yang dilakukan untuk konfirmasi. (wan)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Syawir seorang Pemulung Tanpa Tempat Tinggal, Hidup Sebatang Kara

03.09.2008 | Metro Humaniora

Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…

Gaya Rambut 2009

20.11.2008 | Metro Gaya

GAYA potongan maupun pewarnaan rambut yang dipilih dapat membangun karakter dan imej seseorang, pun demikian dengan kaum pekerja.…

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Catatan Bapedalda Kota Padang, Batang Arau Paling Parah Tercemar

20.11.2008 | Metro Padang

SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…



advert-4.jpg

indosat.gif