Saat ini ada 3 tamu online
Elpiji Naik, Amak- amak Tahanyak pdf  | cetak |
Rabu, 02 Juli 2008
PADANG, METRO-- Kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga gas elpiji terhitung 1 Juli kemarin, tak ayal mengagetkan ibu-ibu rumah tangga yang memanfaatkan bahan bakar tersebut untuk keperluan rumah tangga mereka. Kekagetan amak-amak itu, rasanya wajar ditolerir. Sebab dengan naiknya harga gas elpiji, tentu konsekwensinya adalah naiknya anggaran dapur mereka.
Zur yang ditemui POSMETRO ketika berada di toko penjualan gas elpiji mengaku, sebelum harga baru diterapkan, harga elpiji 12 kg mencapai Rp 62 ribu di tingkat pengecer. Untuk satu tabung elpiji ukuran tersebut, bisa digunakan selama 50 hari pemakaian.“Itu juga masih dibantu dengan minyak tanah untuk memasak air. Bagaimana kalau harga baru diterapkan, bisa-bisa mencapai Rp 70 ribuan per tabung (12 kg),” ungkapnya.

Dikatakan, kenaikan tersebut akan memberatkan para ibu rumah tangga (IRT) yang menggunakan elpiji. Karena itu, Zur berharap agar kebijakan ini ditinjau ulang sebab hanya akan semakin mempersulit masyarakat. Ketua DPD Hiswana Migas Sumbar Rinto Widjaya yang dihubungi secara terpisah mengakui, kenaikan harga elpiji akan mempengaruhi program konversi minyak tanah ke elpiji.

“Masyarakat tentu akan berpikir kembali untuk beralih. Jika harga minyak tanah lebih murah dari gas, kemungkinan besar mereka akan kembali menggunakan minyak tanah,” ucapnya beralasan. Sejauh ini, pihaknya jelas Rinto belum memperkirakan kenaikan tersebut akan mempengaruhi pasokan elpiji ke Sumbar karena pasokan elpiji terbilang masih stabil. Hal ini diperkuat dengan belum adanya peningkatan jumlah konsumsi masyarakat.

Sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Pemasaran Pertamina, terhitung sejak pukul 00.00 tanggal 1 Juli, harga jual elpiji kemasan tabung 12 kg naik sebesar 23 persen—Rp 4250/kg menjadi Rp 5250/ kg. Dengan kenaikan tersebut, harga satu tabung gas dengan ukuran 12 kg menjadi Rp 63 ribu. Dengan kenaikan harga tersebut, Pertamina mengklaim masih mensubsidi sebesar Rp 4900/ kg. Kenaikan harga elpiji terpaksa dilakukan karena kenaikan harga elpiji di pasaran internasional yang mencapai 830 Dolar AS per-metrik ton atau Rp 10.140/kg.

Harga baru itu berlaku bagi agen yang berada dalam radius 60 km dari stasiun pusat pengisian bahan bakar elpiji. Di luar radius tersebut, dikenakan biaya angkutan yang disesuaikan dengan keputusan Menteri Perhubungan nantinya.(r)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Parsenibud Solsel Ikuti Fiesta Nusa II di Bali

28.09.2008

SOLSEL, METRO-- Kantor Pariwisata, Seni, dan Budaya (Parsenibud) kabupaten Solok Selatan akan mengikuti Fiesta Nusa II di Bali…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

PDAM Dinilai Langgar Prosedur, Azhar: BPKP Telah Mengaudit

11.10.2008 | Metro Padang

SAWAHAN, METRO-- Anggota DPRD Kota Padang menilai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang, tidak profesional dalam melaporkan…



advert-4.jpg

indosat.gif