Saat ini ada 5 tamu online
Capai Target Pasok PAD Kota pdf  | cetak |
Kamis, 03 Juli 2008
Sehubungan telah berubah statusnya RSUD Dr. Adnaan WD Payokumbuah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sejak pertengahan tahun 2007 lalu, RSUD Dr. Adnaan WD selalu memacu pelayanan kesehatan prima dengan meningkatkan segala jenis pelayanan. Sehingga dapat memberikan konstribusi berupa pendapatan asli daerah (PAD) sebanyak Rp11.155.553.328,- lebih pada tahun 2007.
“Dibandingkan dengan tahun 2005, PAD RSUD Dr. Adnaan WD, baru dapat terealisasi sebanyak Rp5.226.459.413, kemudian pada tahun 2006 naik menjadi Rp8.317.543.405. Alhamdulillah, PAD tahun 2007 mencapai lebih dari target (suplus). Untuk tahun 2008, PAD kota Payokumbuah dari rumah sakit sebanyak Rp12,6 milyar, “ujar Direktur RSUD Dr Adnaan WD Payokumbuah Dr  H  Fachzi Fitri  Sp  THT kepada POSMETRO, kemarin.

Menurut Fachzi, dengan berhasilnya pihak rumah sakit mendapat PAD tersebut melebih dari target, maka pihak rumah sakit mempunyai saldo kas sebanyak Rp1.662.913.949. Berdasarkan audit pihak auditor, hasilnya, pihak rumah sakit dinyatakan sehat dalam pengelolaan keuangan. Inilah suatu kebanggan bagi kita bersama, dengan berubah statusnya RSUD Dr. Adnaan WD menjadi BLUD, maka pelayanan akan berjalan dengan mulus dan cepat tanpa menunggu prosedur yang panjang. Artinya, dicari sendiri dan digunakan sendiri.

Pengertian BLUD tersebut kata suami Fitrayani ini, Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) atau unit kereja pada SKPD Pemda Kota Payokumbuah yang menerapkan pola pengelolaan keuangan BLUD (PPK-BLUD) dan dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam pada prinsipnya didasarkan pada prinsip efesiensi dan produktivitas.
Tujuan BLUD adalah meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sebelumnya, persyaratan PPK-BLUD memperlihatkan kinerja pelayanan layak dikelola, kinerja keuangan sehat, pernyataan kesanggupan meningkatkan kinerja, pola tata kelola, rencana strategi bisnis, standar pelanayan minimal, laporan keuangan pokok atau prognosa laporan keuangan dan laporan audit terakhir dan pernyataan bersedia untuk diaudit secara indenpenden. Perbedaan antara SKPD dengan BLUD, misalnya, pendapatan pada SKPD pendapatan di setokanr ke rekening kas umum daerah sedangkan BLUD disetor ke rekening kas BLUD. Penerimaan tidak digunakan langsung, sedangkan BULD penerimaan dapat digunakan langsung. APBD buklan merupakan pendapatan, sedangkan BULD APBD merupakan pendapat.

Lanjut ayah Primadella Fegita (19), Ivam Maulana Fakh (16) dan Mhd.Fachri Husaini (5) ini, disisi lain seperti belanja, pada SKPD belanja tidak boleh melampaui anggaran, sedangkan BLUD flexsible buget (Ambang batas yang ditetapkan dalam RBA). Kemudian tentang utang dan piutang, pada SKPD tidak boleh melakukan utang piutang, sedangkan BLUD boleh melakukan utang piutang, pinjaman jangka panjang dengan persetujuan kepala daerah. Lelaki yang berumur 52 tahun dengan hobi olah raga jenis tenis ini, juga mengemukan dengan telah berdirinya RSUD Dr. Adnaan WD Payokumbuah sebagai BLUD, akan berdampak positif terhadap pelayanan Askeskin dan sebagainya.

Pelayanan Askeskin akan terlayani dengan cepat dan memuaskan. Sebab, satu-satunya rumah sakit di Sumbar hanya kota Payokumbuah yang baru beropbah status menjadi BLUD. Saat ini, RSUD Dr. Adnaan WD, sedang dalam berbenah diri dalam bentuk pembangunan tambahan ruangan inap atau kamar. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, harapan dan impian kita bersama untuk menjadikan rumah sakit ini tercapai, sehingga ditahun-tahun depan tidak ada lagi warga yang rawat inap di rujuk ke rumah sakit lain.

Sebab, jika ada pasien yang dirujuk atau berobat kerumah sakit lain, toh yang rugi kita juga. Bayangkan, 1 pasien saja yang dirujuk, kita mengalami kerugian jutaan rupiah. Penyebab dari semuanya itu karena rumah sakit kita masih dalam berbenah diri dan masih tipe C. Mantan dokter RSAM Achmad Moehtar Bukittinggi ini, mengungkapkan, memang saat ini RSUD Dr. Adnaan WD sudah menambah ruangan ke eks kantor dinas Pendidikan, namun dalam penambahan ruangan itu, belum maksimal, karena ruang lama sedang dalam proses perbaikan pembangunan dan belum dapat dipergunakan. (nur)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Syawir seorang Pemulung Tanpa Tempat Tinggal, Hidup Sebatang Kara

03.09.2008 | Metro Humaniora

Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…

Kaos Jadi Pelampiasan

06.09.2008 | Metro Gaya

“Ekspresikan diri mu dengan tulisan di kaos yang kamu pakai.” Begitulah sebuah tulisan yang terpampang, di salah satu…

peristiwa.gif

Deplu Siap Fasilitasi KPU

06.09.2008

JAKARTA, METRO-- Rencana Komisis Pemilihan Umum (KPU) untuk mengadakan membentuk Panitia Pemilihan Luar Negeri ke-14 negara direspons positif…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

PLN Kembali Berjanji

06.09.2008 | Metro Padang

Mulai 10 September, Pemadaman 3 Jam Saja
SAWAHAN, METRO-- Semakin gencarnya keluhan masyarakat sekaitan dengan kebijakan pemadaman…


selamat_metro.jpg

advert-4.jpg

indosat.gif