Saat ini ada 3 tamu online
Kedepankan Pelayanan Prima, RSUD DR Adnaan WD pdf  | cetak |
Kamis, 03 Juli 2008
Rumah sakit adalah salah satu sarana pelayanan kesehatan untuk upaya kesehatan perorangan (UKP), yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Namun, sejak  RSUD DR. Adnaan WD Payokumbuah, berubah status menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pertengahn tahun 2007 lalu, keberadaan rumah sakit tersebut semakin menampakan eksistensinya untuk memberikan pelayanan prima ketengah masyarakat.
Untuk itu, masyarakat kota Payokumbuah dan Limopuluh Koto, boleh berbangga, karena satu-satunya rumah sakit di Sumbar pada umumnya dan Sumatera khususnya adalah RSUD Dr. Adnaan WD Payokumbuah yang telah berubah status menjadi BLUD. Artinya, RSUD Dr. Adnaan WD Payokumbuah sudah bisa mandiri dan tidak perlu disubsidi lagi oleh pemerintah.

Direktur RSUD Dr. Adnaan WD Payokumbuah  dr  H  Fachzi Fitri  Sp  THT kepada POSMETRO kemarin  mengatakan, RSUD Dr. Adnaan WD adalah rumah sakit tipe C, milik pemerintah daerah Kota Payokumbuah Sumbar yang harus dipelihara dan dijaga dengan baik. Dengan perubahan status tersebut akan berdampak bagus kepada pelayanan prima sesuai dengan visi, menjadi rumah sakit daerah yang profesional, bermutu, serta kebanggan Kota Payokumbuah dan Sumbar.

Dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan, rumah sakit sebagai salah satu organisasi dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, baik eksternal maupun internal yang bersifat dinamis. Jika rumah sakit bersifat statis, tidak melakukan penyelarasan melalui berbagai pendekatan politik, ekonomi, teknologi, budaya, pola penyakit dan lainnya, maka eksistensi rumah sakit akan terancam.

Sebaliknya rumah sakit yang mampu melakukan berbagai tindakan agar terus berkembang dalam lingkungannya akan tetap bertahan, bahkan berpotensi untuk terus maju dan siap menghadapi persaingan dimasa depan. Untuk pengembangan strategik dan implementasinya yang efektif adalah untuk kelansungan hidup rumah sakit. Dengan kapasitas 118 tempat tidur (TT). Survei sederhana yang dilakukan pada tahun 2005 oleh pihak RSUD tentang kepuasan pasien dan kebutuhan pelayanan spesialistik oleh masyarakat di dua daerah ini menunjukan bahwa masyarakat mengharapkan rumah sakit meningkatkan pelayanan dan menyediakan berbagai jenis pelayanan spesialistik.

Tuntutan terhadap pelayanan spesilaistik juga tergambar dari pola penyakit yang berkembang saat ini yang menunjukkan peningkatan kasus-kasus penyakit degeneratif seiring meningkatnya angka harapan hiudp serta pola makan yang tidakseimbang. Disamping itu berbagai penyakit infeksi belum dapat diatasi ditambah lagi bermunculan penyakit-penyakit baru seperti keganasan SARS, HIV/AIDS, Flu burung dan sebagainya.

“Secara fisik bangunan RSUD DR Adnaan WD cukup baik, 2 bangunan berlantai 2 yang relatif yaitu rawat jalan dengan 8 ruang periksa dan instalasi gawat darurat. Poliklinik rawat jalan berada dilantai 1 sedangkan lantai 2 adalah kantor dan ruang pertemuan. Piliklinik tersebut pada pagi harinya cukup ramai dikunjungi pasien, namun sore hari pemanfaatan belum maksimal, karena masih terdia lahan kosong seluas 20.161 M2, “sebut Fachzi.

Selain berbagai hal perubahan status rumah sakit menjadi BLUD berdasarkan peraturan Walikota Payakombuah No 6 /2007 tentang penetapan pengelolaan keuangan rumah sakit umum daerah memerlukan kesiapan struktural organisasi dan manajemen rumah sakit. PP No.23 /2005 tentang Badan Layanan Umum (BLU) dan Permendagri No. 61 /2007 tentang pedoman pengelolaan keuangan BLU. Bentuk BLUD memberi otonomi pengelolaan keuangan kepada rumah sakit sehingga diharapkan dapat meningkatakan kinerja.

“Yang dikatakan pelayanan prima RSUD Dr  Adnaan WD yaitu sesuai dengan misi yakni memberikan layanan kesehatan paripurna yang bermutu dan profesional serta terjangkau bagi masyarakat. Melaksanakan pengelolaan rumah sakit secara efisien dan efektif melalui organisasi pembelajar dan sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan memberikan nilai positif bagi pelanggan internal maupun eksternal, “ujar Fachzi. (nur)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Syawir seorang Pemulung Tanpa Tempat Tinggal, Hidup Sebatang Kara

03.09.2008 | Metro Humaniora

Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…

Tetap Cantik dengan Blazer

11.10.2008 | Metro Gaya

Blazer dan wanita karir, sudah seperti satu kesatuan dalam hidup keseharian. Bagi wanita karir yang bekerja di perkantoran…

peristiwa.gif

Parsenibud Solsel Ikuti Fiesta Nusa II di Bali

28.09.2008

SOLSEL, METRO-- Kantor Pariwisata, Seni, dan Budaya (Parsenibud) kabupaten Solok Selatan akan mengikuti Fiesta Nusa II di Bali…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

PDAM Dinilai Langgar Prosedur, Azhar: BPKP Telah Mengaudit

11.10.2008 | Metro Padang

SAWAHAN, METRO-- Anggota DPRD Kota Padang menilai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang, tidak profesional dalam melaporkan…



advert-4.jpg

indosat.gif