|
Minah Masih Idola |
pdf
|
| cetak |
|
|
Kamis, 03 Juli 2008 |
|
PADANG, METRO-- Sebagian besar pedagang makanan yang
beraktivitas di komplek Pasar Raya Padang, memilih tetap menggunakan
minyak tanah untuk memasak makanan yang mereka jual. Alasannya, untuk
menghindari dampak buruk penggunaan gas disamping harga gas yang mulai
melonjak naik.
Seperti diungkapkan pedagang soto yang biasa menggelar dagangannya di depan Padang Teather, Nurjanah (40). Dikatakannya, sejak mulai berdagang soto, nasi goreng dan es tebak di tempat tersebut, dirinya selalu menggunakan minyak tanah untuk memasak ataupun sekedar menghangatkan makanan. Hal ini menurutnya dikarenakan tingkat keamanan penggunaan minyak tanah tidak berisiko tinggi.
“Kompor yang menyala 12 jam non stop, dikhawatirkan akan berpengaruh kepada tabung gas. Itulah sebabnya, saya lebih suka mempergunakan minyak tanah,” jelasnya. Nurjanah juga menyebutkan, hampir seluruh pedagang makanan yang ada di Pasar Raya Padang tetap mempergunakan minyak tanah sebagai bahan bakar. Selain mudah mendapatkannya, harga minyak tanah tidaklah semahal harga gas elpiji.
Apalagi tiap pedagang, setidaknya memakai tiga unit kompor. Jika dikalkulasikan, ketiga kompor itu menghabiskan 10 liter minyak tanah. Senada dengan Nurjanah, Eti (43) yang berjualan sate di Leter U Pasar Raya Padang, juga mengatakan bahwa penggunaan minyak tanah jauh lebih efisien dari pada menggunakan gas elpiji. Apalagi kuah sate yang dijualnya harus selalu panas.(tin)
|
|
03.09.2008 | Metro Humaniora
Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…
|
|
11.10.2008 | Metro Gaya
Blazer dan wanita karir, sudah seperti satu kesatuan dalam hidup keseharian. Bagi wanita karir yang bekerja di perkantoran…
|
|