Saat ini ada 5 tamu online
PSB Online Terganggu, Listrik Sering Mati pdf  | cetak |
Kamis, 03 Juli 2008
SUDIRMAN, METRO-- Pemadaman bergilir listrik tidak hanya berimbas kepada ekonomi masyarakat juga berimbas terhadap pelaksanaan Penerimaan Siwa Baru (PSB) online. Listrik yang mati sekitar 4 jam lebih di kawasan Jalan Sudirman mengakibatkan siswa yang sudah antri sejak pukul 08.00 pagi di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) 3 Padang hanya bisa menunggu hingga listrik hidup.
Dari pantauan POSMETRO, Rabu (2/7) di SMK 3 Padang, listrik sudah  mati sejak pukul 08.00 WIB pagi, sementara siswa yang mau mendaftar—baik pra pendaftaran (siswa dari luar Kota Padang, lulus paket A/B, lulus sebelum 2008) — dan pendaftaran PSB online di SMK 3 Padang sudah mulai berdatangan. Petugas operator PSB online juga tidak bisa berbuat banyak.

“Gimana sih kok listrik bisa mati pagi-pagi. Katanya pemadaman bergilir hanya malam. Seharusnya khusus di sekolah-sekolah diberi dispensasi agar listriknya tidak dimatikan. Yang susah kan kami yang mau mendaftar harus antri dan rebut-rebutan,” kata Icha siswa asal SMP 5 Bukiktinggi yang ditemui koran ini ketika sedang antri di depan loket PSB. Sekitar pukul 11.00 WIB pagi listrik baru hidup. Alhasil, setelah listrik hidup siswa desak-desakkan di loket-loket penerimaan untuk memasukkan formulir. Siswa yang sudah diberi nomor antri menjadi tidak teratur dan berebut cepat. Petugas penerima formulir juga tidak bisa berbuat banyak.

“Semua jadi terlambat akibat listrik mati. Kita juga kaget kok listrik mati pagi, biasanya kan malam. Tadi kita sudah memberitahu PLN untuk dihidupkan tapi tidak bisa,” kata  Kepala Bidang Kerja Peningkatan Mutu Pendidikan (KPMP) Dinas Pendidikan Kota Padang Drs Winardi A yang juga menanggung jawab pelaksanaan PSB online. Mengatasi pemadaman listrik bergilr, Dinas Pendidikan Kota Padang akan membuat surat ke PLN untuk tidak mematikan listrik di sekolah-sekolah tempat pelaksanaan PSB online. Pasalnya, jika selama pendaftaran PSB online—mulai 2 Juli hingga 7 Juli—terjadi pemadaman listrik bergilir akan menganggu proses PSB online.

Persaingan Ketat

Untuk PSB online tahun ajaran 2008/2009 siswa akan memperebutkan 4.324 bangku tingkat SMA, 3.565 tingkat SMK dan 9.013 tingkat SMP. Seluruh siswa mendapat kesempatan yang sama untuk bisa mencicipi sekolah negeri di Padang—termasuk dari luar Padang.  “Yang punya nilai bagus pasti akan bisa masuk di sekolah favorit yang diinginkannya.

Persaingan sangat sehat tidak ada ketebelece, suap atau anak pejabat yang ingin lulus di sekolah favorit. Jika nilai siswa itu tinggi dan dia masuk rangking ya lulus,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Drs Nur Amin MPd. Apalagi dengan sistem online sangat kecil terjadinya sogok menyogok kepada sekolah agar siswa bisa diterima. Pasalnya, seluruh nilai siswa sudah dirangking dan telah tersimpan dalam data. “Yah, kalau dia tidak masuk rangking meski anak pejabat tentu tidak bisa diterima juga. Dan itu konsekuensinya,’ tambahnya. (ren)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Parsenibud Solsel Ikuti Fiesta Nusa II di Bali

28.09.2008

SOLSEL, METRO-- Kantor Pariwisata, Seni, dan Budaya (Parsenibud) kabupaten Solok Selatan akan mengikuti Fiesta Nusa II di Bali…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Data Pemilih Sudah Final, Warga Tak Terdaftar Tak Diakomodir Lagi

14.10.2008 | Metro Padang

ULAKKARANG, METRO-- Meski sudah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) sejak 23 Agustus lalu sebesar 539.660, tidak mustahil masih…



advert-4.jpg

indosat.gif