|
DKK, RSUD dan Disdik Jadi Sorotan
PADANG, METRO-- Komisi A DPRD Kota Padang mulai mengusik
beberapa kasus dugaan penyimpangan anggaran di Pemko Padang. Beranjak
dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Bagian Pemerintahan
dan Hukum itu bersama Badan Pengawas Daerah (Bawasda), melakukan
pembahasan, Rabu (2/7). Dinas Kesehatan Kota (DKK), RSUD dan Dinas
Pendidikan ‘dikuliti’ satu persatu. “Satu hal yang kita bahas dengan
Bawasda, adalah pengadaan 7 mobil Puskesmas Keliling (Puskel) yang
dilakukan DKK tahun anggaran (TA) 2007.
Ada alokasi dana Rp 1,081 miliar untuk pengadaan mobil, yang ternyata tidak ditenderkan. Kata Bawasda, mereka sudah memeriksanya dan akan terus berkoordinasi dengan Komisi A,” ujar Ketua Komisi A Yulsirman SH MM usai melakukan hearing di ruang khusus DPRD yang langsung diikuti Kepala Bawasda Kota Padang Dra Sastri Yunizar Bakri MSi kemarin. Untuk pengadaan mobil itu, kata Yulsirman, seharusnya DKK melakukan tender. Karena, nilainya di atas Rp 100 juta, sesuai dengan yang diatur dalam Keppres No 80 Tahun 2003 tentang pengadaan barang dan jasa. Kata Yulsirman, DKK memiliki alasan lain kenapa pengadaan itu akhirnya di PL-kan.
“DKK menyebutkan, telah mencoba mendapatkan calon rekanan (pihak ke-3) dari beberapa perusahaan lain. Setelah dicoba, ternyata hanya PT Intercom yang dapat memenuhi pengadaan mobil khusus itu,” ujar Yulsirman menirukan keterangan yang diperolehnya dari DKK. “Ini memang harus dibuktikan dulu, apa benar tidak ada perusahaan lain yang sanggup mengadakan mobil dengan spesifikasi meja bedah dan peralatan medis lainnya di dalamnya. Kalau memang ada buktinya, ini bukan penyimpangan.
Kita akan coba melakukan hearing dengan DKK dan terus berkoordinasi dengan Bawasda,” kata Yulsirman dari Partai Golongan Karya ini. Selain pengadaan mobil Puskel, pembangunan bangsal di RSUD Kota Padang juga menjadi temuan penyimpangan anggaran oleh BPK, yang harus menjadi catatan penting bagi DPRD dan Bawasda. Pada Dinas Pendidikan, penggunaan dana BOS (bantuan operasioal sekolah) juga akan dibedah. “Ini baru pembicaraan tahap awal. Selanjutnya, kita akan membahas lagi dengan lebih dalam,” kata Yulsirman. (rvi)
|