Saat ini ada 2 tamu online
Evaluasi Otoda Untuk Kesejahteraan Masyarakat pdf  | cetak |
Jumat, 04 Juli 2008
PAYOKUMBUAH, METRO-- Gubernur Sumbar  Gamawan Fauzi mengatakan,  pemerintahan otonomi yang baik adalah yang berbasis kepada sosial budaya yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan prinsipnya adalah demokratisasi  lokal dan kesejahteraan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan  Gamawan ketika membuka Musyawarah Komisariat Wilayah I Apeksi ke-4, di gedung DPRD Jalan Sukarno-Hatta Payokumbuah, Kamis (3/7). Muskomwil I Apeksi ini, diikuti 69 peserta, dari 23 kota dari lima  provinsi, meliputi NAD, Sumut, Riau dan Kepri dan tuan rumah Sumbar.  Selain itu, para bupati di Sumbar, juga ambil bagian dalam iven asosiasi pemerintah kota, dua tahunan ini.

Menurut gubernur, saatnya dalam Muskomwil, para walikota  mengevaluasi,  sejauh mana perubahan-perubahan otonomi daerah bagi tujuan-nya untuk kesejahteraan. Apakah otonomi ini lebih membawa kebaikan kesejahteraan atau sebaliknya? “Ini yang harus dijawab oleh daerah masing-masing,” tandasnya.

Dia mengingatkan, untuk suskses berotonomi, maka tim, mulai dari masyarakat, pemerintahan, eksekutif, LSM dan lain-lain, harus menjadi tim yang solid dan saling bersinergi. Diharapkan, dengan adanya Muskomwil Apeksi ini akan terjadi pertukaran informasi bagi setiap kepala daerah untuk bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, sesuai dengan tujuan otonomi daerah ini.

Sementara, Walikota Payokumbuah Josrizal Zain, selaku Ketua Apeksi Komwil I, periode 2004-2006 mengatakan, harusnya Muskomwil ini berlangsung sekitar 2007. Tapi, karena kesibukan semua kota di Wilayah I Sumatera, ditambah dengan kesibukan pasca gempa yang melanda di beberapa daerah Sumatera, akhirnya Muskomwil baru terlaksana sekarang ini.

Dalam rentang waktu dua tahun itu, Komisariat Wilayah I Apeksi  merencanakan  enam bidang program yang ditengarai bakal mampu memberi percepatan kemajuan di masing-masing kota.  Keenam progam bidang tersebut meliputi bidang-bidang advokasi dan regulasi, komunikasi dan informasi, peningkatan kapasitas pemko, kerjasama antar-dearah, kemitraan serta keselamatan organisasi.

Josrizal tak menampik, tidak semua progam berjalan sebagaimana mestinya. Karena keterbatasan dana dan SDM, belum semua program berjalan maksimal. Tapi bukan berarti eksistensi organisasi ini tak tampak ke permukaan. Sebaliknya, malahan kian berdampak positif bagi masyarakat. (nur)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Syawir seorang Pemulung Tanpa Tempat Tinggal, Hidup Sebatang Kara

03.09.2008 | Metro Humaniora

Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…

Pabukuoan Jadi Lahan Bisnis

07.09.2008 | Metro Gaya

Selama menjalani puasa, kreativitas kalangan remaja sedikit menurun. Tentunya, hal tersebut tidak berlaku pada setiap remaja. Bagi sebagian…

peristiwa.gif

Deplu Siap Fasilitasi KPU

06.09.2008

JAKARTA, METRO-- Rencana Komisis Pemilihan Umum (KPU) untuk mengadakan membentuk Panitia Pemilihan Luar Negeri ke-14 negara direspons positif…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Tradisi Asmara Subuh, Pelampiasan Ruang Kontak Sosial?

07.09.2008 | Metro Padang

LUBUAK LINTAH, METRO-- Tradisi Asmara Subuh bagi kalangan remaja di sebagian Kota di Sumbar, merupakan kronologis penyimpangan dari…


selamat_metro.jpg

advert-4.jpg

indosat.gif