|
PAYOKUMBUAH, METRO-- Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi mengatakan, pemerintahan otonomi yang baik adalah yang berbasis kepada sosial budaya yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan prinsipnya adalah demokratisasi lokal dan kesejahteraan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Gamawan ketika membuka Musyawarah
Komisariat Wilayah I Apeksi ke-4, di gedung DPRD Jalan Sukarno-Hatta
Payokumbuah, Kamis (3/7). Muskomwil I Apeksi ini, diikuti 69 peserta,
dari 23 kota dari lima provinsi, meliputi NAD, Sumut, Riau dan Kepri
dan tuan rumah Sumbar. Selain itu, para bupati di Sumbar, juga ambil
bagian dalam iven asosiasi pemerintah kota, dua tahunan ini.
Menurut gubernur, saatnya dalam Muskomwil, para walikota
mengevaluasi, sejauh mana perubahan-perubahan otonomi daerah bagi
tujuan-nya untuk kesejahteraan. Apakah otonomi ini lebih membawa
kebaikan kesejahteraan atau sebaliknya? “Ini yang harus dijawab oleh
daerah masing-masing,” tandasnya.
Dia mengingatkan, untuk suskses berotonomi, maka tim, mulai dari
masyarakat, pemerintahan, eksekutif, LSM dan lain-lain, harus menjadi
tim yang solid dan saling bersinergi. Diharapkan, dengan adanya
Muskomwil Apeksi ini akan terjadi pertukaran informasi bagi setiap
kepala daerah untuk bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,
sesuai dengan tujuan otonomi daerah ini.
Sementara, Walikota Payokumbuah Josrizal Zain, selaku Ketua Apeksi
Komwil I, periode 2004-2006 mengatakan, harusnya Muskomwil ini
berlangsung sekitar 2007. Tapi, karena kesibukan semua kota di Wilayah
I Sumatera, ditambah dengan kesibukan pasca gempa yang melanda di
beberapa daerah Sumatera, akhirnya Muskomwil baru terlaksana sekarang
ini.
Dalam rentang waktu dua tahun itu, Komisariat Wilayah I Apeksi
merencanakan enam bidang program yang ditengarai bakal mampu memberi
percepatan kemajuan di masing-masing kota. Keenam progam bidang
tersebut meliputi bidang-bidang advokasi dan regulasi, komunikasi dan
informasi, peningkatan kapasitas pemko, kerjasama antar-dearah,
kemitraan serta keselamatan organisasi.
Josrizal tak menampik, tidak semua progam berjalan sebagaimana
mestinya. Karena keterbatasan dana dan SDM, belum semua program
berjalan maksimal. Tapi bukan berarti eksistensi organisasi ini tak
tampak ke permukaan. Sebaliknya, malahan kian berdampak positif bagi
masyarakat. (nur)
|