|
AGUS SALIM, METRO-- Kondisi terminal Aua Kuniang, yang semakin semrawut akibat Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tidak teratur serta adanya parkir liar dalam terminal, menjadikan lalulintas dalam terminal semakin tidak lancar. Mencari solusinya, gabungan pengusaha angkutan, mengadakan pertemuan dengan beberapa pihak di Gedung DPRD Bukiktinggi, Kamis (3/7).
Rapat yang dihadiri 20 orang pengusaha dan agen itu, dipimpin Ketua
Komisi C Drs M Nazir Khatib Bandaro. Juga hadir anggota DPRD dari
Komisi A dan B, Pejabat Pemko dan pengurus Organda. Rapat itu
berlangsung alot. Terutama, saat pengusaha dan agen mengeluhkan kondisi
terminal yang tidak representatif lagi. Karena, memasuki kawasan
terminal untuk menaikkan ataupun menurunkan penumpang cukup sulit untuk
dilakukan. Selain itu, kondisi pintu keluar terminal setiap hari pakan
(Rabu dan Sabtu) yang selalu dipunuhi PKL musiman.
Memang, Pemko telah melakukan upaya penertiban melalui operasi yustisi.
Akan tetapi, efek jera dari operasi yustisi tersebut tidak kehilatan.
Karena, PKL masih saja berjualan di badan jalan terutama di hari pakan
itu. Selain itu, juga dikeluhkan pembangunan loket yang tidak kunjung
selesai. Sehingga, mengakibatkan terminal semakin sempit.
Keadaan itu,
diperparah dengan menjamurnya PKL berada di sekitar pagar seng lokasi
pembangunan loket.
Mendengar keluhan itu, Sekdako Bukiktinggi yang diwakili Djasman Syah
berjanji, kalau Pemko akan membahas lebih lanjut persoalan yang
terungkap di forum yang lebih tinggi. Rapat yang akan menghadirkan
berbagai elemen pemerintahan lainnya itu, diperkirakan Djasman akan
dilangsungkan Senin (7/7) atau Selasa (8/7) pekan depan.
“Untuk kondisi terminal, dalam waktu dekat hanya akan dilakukan
penyelesaian pembangunan yang telah dimulai. Kalau untuk perubahan
bentuk terminal atau pindah akan dibicarakan kemudian hari,” ujarnya.
“Untuk kondisi terminal, diminta semua pihak agar memaklumi kondisi
yang ada. Sedangkan untuk PKL yang masih berada dalam terminal, akan
dibicarakan tempat pemindahannya yang baru,” terang Djasman Syah yang
diamini oleh M Nazir Khatib Bandaro. (wan)
|