Saat ini ada 5 tamu online
DPRD Fasilitasi Rapat Persoalan Terminal, Konsumen Diminta Memakluminya pdf  | cetak |
Jumat, 04 Juli 2008
AGUS SALIM, METRO-- Kondisi terminal Aua Kuniang, yang semakin semrawut akibat Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tidak teratur serta adanya parkir liar dalam terminal, menjadikan lalulintas dalam terminal semakin tidak lancar. Mencari solusinya, gabungan pengusaha angkutan, mengadakan pertemuan dengan beberapa pihak di Gedung DPRD Bukiktinggi, Kamis (3/7).
Rapat yang dihadiri 20 orang pengusaha dan agen itu, dipimpin Ketua Komisi C Drs M Nazir Khatib Bandaro. Juga hadir anggota DPRD dari Komisi A dan B, Pejabat Pemko dan pengurus Organda. Rapat itu berlangsung alot. Terutama, saat pengusaha dan agen mengeluhkan kondisi terminal yang tidak representatif lagi. Karena, memasuki kawasan terminal untuk menaikkan ataupun menurunkan penumpang cukup sulit untuk dilakukan. Selain itu, kondisi pintu keluar terminal setiap hari pakan (Rabu dan Sabtu) yang selalu dipunuhi PKL musiman.

Memang, Pemko telah melakukan upaya penertiban melalui operasi yustisi. Akan tetapi, efek jera dari operasi yustisi tersebut tidak kehilatan. Karena, PKL masih saja berjualan di badan jalan terutama di hari pakan itu. Selain itu, juga dikeluhkan pembangunan loket yang tidak kunjung selesai. Sehingga, mengakibatkan terminal semakin sempit.

Keadaan itu, diperparah dengan menjamurnya PKL berada di sekitar pagar seng lokasi pembangunan loket.
Mendengar keluhan itu, Sekdako Bukiktinggi yang diwakili Djasman Syah berjanji, kalau Pemko akan membahas lebih lanjut persoalan yang terungkap di forum yang lebih tinggi. Rapat yang akan menghadirkan berbagai elemen pemerintahan lainnya itu, diperkirakan Djasman akan dilangsungkan Senin (7/7) atau Selasa (8/7) pekan depan.

“Untuk kondisi terminal, dalam waktu dekat hanya akan dilakukan penyelesaian pembangunan yang telah dimulai. Kalau untuk perubahan bentuk terminal atau pindah akan dibicarakan kemudian hari,” ujarnya.

“Untuk kondisi terminal, diminta semua pihak agar memaklumi kondisi yang ada. Sedangkan untuk PKL yang masih berada dalam terminal, akan dibicarakan tempat pemindahannya yang baru,” terang Djasman Syah yang diamini oleh M Nazir Khatib Bandaro. (wan)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Syawir seorang Pemulung Tanpa Tempat Tinggal, Hidup Sebatang Kara

03.09.2008 | Metro Humaniora

Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…

Gaya Rambut 2009

20.11.2008 | Metro Gaya

GAYA potongan maupun pewarnaan rambut yang dipilih dapat membangun karakter dan imej seseorang, pun demikian dengan kaum pekerja.…

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Catatan Bapedalda Kota Padang, Batang Arau Paling Parah Tercemar

20.11.2008 | Metro Padang

SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…



advert-4.jpg

indosat.gif