|
Toko Surya Jepara, Manjakan Konsumen Dengan Kualitas |
pdf
|
| cetak |
|
|
Jumat, 04 Juli 2008 |
|
Setiap kali menyebut nama Jepara, tentu yang langsung terlintas adalah
ukiran. Begitu pun dengan perabotan yang berasal dari Jepara, pun
berhubungan dengan keindahan ukirannya. Ukiran ataupun perabotan
Jepara, dari dulu memang selalu lebih mengedepankan unsur kualitas agar
konsumennya puas. Hal ini juga berlaku di Toko Surya Jepara yang
beralamat di Jalan St Syahrir No 272 Rawang. Masalah kualitas dan
kepuasan konsumen, tetap menjadi garansi utama yang selalu dikedepankan.
“Saat ini, kalau produk yang kita hasilkan tidak mengacu pada kualitas, rasanya sulit bagi pengusaha perabot untuk bersaing. Apalagi di tengah sulitnya perekonomian masyarakat tentu mereka harus berpikir berulangkali sebelum menjatuhkan pilihan untuk membeli sebuah perabot,” ucap pemilik Toko Surya Jepara Edy Mulyadi kepada POSMETRO, Kamis (3/7) kemarin. Karena kualitas menjadi garansi utama yang diberikan kepada konsumennya, Edy tidak merasa berat dengan ongkos produksi yang semakin besar karena seluruh bahan baku perabotnya langsung dikirim dari Jepara.
“Bahan yang kami olah adalah bahan separoh jadi yang dikirimkan dalam dus atau kemasan. Di sini, kami tinggal merakit dan melakukan pengecatan. Karena itulah, kami berani pastikan kalau produk kami adalah produk berkualitas tinggi,” imbuh Edy yang merupakan binaan langsung PTSP ini. Kondisi perekonomian masyarakat yang semakin sulit pasca kenaikan harga BBM, menurut Edy tidak serta merta membuat omzet penjualan ataupun pemesan terhadap produk yang dijualnya menurun. Sebab menurutnya, yang namanya perabotan rumah tangga, selalu dibutuhkan masyarakat walaupun tidak setiap saat.
“Alhamdulillah, permintaan ataupun pemesanan terhadap produk kami masih tetap bagus dan tak terganggu sama sekali dengan kenaikan harga BBM. Ini menunjukkan kalau konsumen memang masih tetap mencintai apa yang kami hasilkan,” kata Edy pula. Disinggung tentang harga produk yang ditawarkan kepada konsumennya yang diakui dari golongan menengah ke atas itu, Edy menyebutkan angka antara Rp 2 juta hingga Rp 30 juta. Harga itu menurutnya sesuai dengan kualitas dan mutu produk yang dijualnya.(ted)
|
|
20.08.2008 | Metro Humaniora
Rumah gubuk di persimpangan Jalan Jakarta Ulak Karang Padang itu terlihat kotras dengan bangunan sekelilingnya. Beratap rumbia, berdinding…
|
|
28.08.2008 | Metro Gaya
Beda tempat beda pula masakan khasnya. Namun siapa sangka di antara menu masakan Jepang, banyak yang sesuai dengan…
|
|