|
JAKARTA, METRO-- Nama besar Jatim sebagai barometer pembinaan
atlet sepak bola tanah air mulai diuji besok hingga Minggu di Stadion
Soemantri Brojonegoro, Jakarta. Itu tidak lain karena SSB Tulungagung
Putra (TP) sebagai wakil Jatim bakal adu kuat dengan wakil-wakil dari
sebelas daerah lain untuk menjadi kampiun dalam babak final Danone
Nations Cup (DNC) U-12.
TP bakal memiliki beban berat karena mewakili daerah yang berstatus juara bertahan. Pada 2007, Jatim diwakili SSB Karanggayam, Surabaya, berhasil menjadi juara dan melaju ke Paris Prancis dengan urutan ke-29.
Selain itu, TP juga merasa masuk di grup berat dalam drawing pembagian grup kemarin (3/7). Mereka satu grup dengan Sulsel, Sumsel, Aceh, Banten, dan Sumbar. ”Kami merasa di grup berat. Tim-tim yang berada di grup B memiliki pemain dengan postur yang bagus-bagus. Namun, kami tidak akan merasa minder dengan kondisi itu. Kami siap meraih prestasi yang didapat Karanggayam tahun lalu,” kata Aris Ariandi, pelatih TP.
Dia bahkan menegaskan Rezaldo Aldo dkk sudah tidak sabar untuk segera bertanding dan meraih kemenangan. Karena itu, dia bakal terus memompa semangat tanding agar siap pada saatnya. ”Kalau bicara tim mana yang harus diwaspadai, saya melihat Sumbar. Tapi, kami tentu akan mewaspadai semua lawan,” terang Aris. ”Kami tidak hanya bertekad meraih yang terbaik. Kami juga bekerja keras untuk itu dengan datang lebih awal ke Jakarta. Kami di sini sudah sejak Sabtu (28/6) lalu. Jadi, kami akan berikan yang terbaik,” sambung Janta Wiwaha, manajer TP.
Sedangkan MPA Maury, manajer SSB Numbay Star Papua, mengatakan bahwa Grup B memang lebih berat. Timnya yang berada di Grup A merasa beruntung dengan hasil drawing. Karena itu, lanjutnya, Papua bakal bisa menorehkan prestasi bagus di ajang DNC kali ini. ”Kami yakin bisa ke final. Tim-tim di Grup A memang memiliki nama besar, tetapi itu di tim senior. Di sini beda. Saya pikir Papua memiliki pelaung besar untuk bisa melaju ke final,” tandasnya. (jpnn)
|