|
SIMPANG HARU, METRO-- Dapat mendaftar tanpa masalah pada
penerimaan siswa baru (PSB) online, membuat siswa SMP 5 Padang, tidak
lagi antusias, untuk mendapatkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional
(SKHUN) mereka yang baru. Dari 201 siswa yang SKHUN nya rusak, hingga
Kamis (3/5), baru 65 siswa yang mengambil SKHUN yang telah diperbaiki,
dan meninggalkan yang lama di sekolah.
“Kami memang sudah mengantisipasinya dengan menghubungi seluruh panitia PSB online, di Kota Padang. Jadi, karena data-data diri pada SKHUN siswa-siswa itu dapat diterima, mereka tidak datang ke sekolah. Mungkin, besok atau dalam minggu-minggu ini mereka akan datang semuanya,” kata Kepala SMP 5 Drs Ali Unir, di ruang kerjanya.
Kata Kepsek, pihak sekolah akan terus menunggu siswa-siswa yang SKHUN nya bermasalah, hingga selesainya seluruh proses PSB. Setelah itu, mereka akan menyurati orang tua siswa, untuk mengambil SKHUN di sekolah. Alternativ terakhir, sekolah akan mendatangi rumah siswa masing-masing, untuk meminta mereka menyelesaikan SKHUN yang sempat membikin takut itu.
“Saya sudah berjanji kepada Dinas Pendidikan Sumbar, akan segera mengembalikan SKHUN yang rusak ini, untuk mendapatkan gantinya. Kalau tidak terkumpul, tentu saya yang akan malu sendiri. Sekarang, memang masih dari mulut ke mulut siswa saja,” kata Ali Unir yang telihat mulai lega, kekhilafan yang diperbuatnya, sudah mulai dapat dimengerti orang tua siswa dan masyarakat.
Sekarang, sekolah yang terletak di sebelah PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Divre II Sumbar itu, sedang berjuang mendapatkan pengakuan dinas pendidikan sebagai sekolah berstandar nasional (SSN).” Dengan peringkat 5 se Kota Padang, pada UN 2008 ini, saya optimis, SMP 5 dapat mendapatkan prediket SSN di awal tahun ajaranm ini,” kata Ali Unir lagi. (rvi)
|