|
PADANG, METRO-- Pelaksanaan Ujian Seleksi Nasional Masuk
Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) hari kedua, Kamis (3/7) diwarnai
kealpaan. Satu orang peserta SNMPTN yang diduga seorang joki,
dipulangkan pengawas ujian. Dia ketahuan menggantikan adiknya yang
ujian di sektor XI kantor lokasi 51 di SMA Kartika Simpang Haru Padang.
Informasi yang dihimpun koran ini di lokasi ujian SMA Kartika Simpang Haru Padang, kejadian itu terjadi saat ujian IPS akan dilangsungkan. Pengawas ujian curiga, karena wajah pelaku berbeda dengan wajah peserta ujian sebelumnya. Demikian juga photo di album yang dimiliki pengawas. “Seingat saya, saat ujian kemampuan dasar hari sebelumnya, bukan dia yang ujian. Kebetulan posisinya berada di depan pengawas langsung. Jadi wajahnya bisa diingat,” kata pengawas di SMA Kartika bernama Dina.
Melihat gelagat itu, Dina kemudian melaporkannya kepada pada Ketua Sektor XI, Herwandi yang berada di SMP 30 Padang, tidak jauh dari SMA Kartika. Oleh salah seorang petugas keamanan dari kesatuan Pramuka Unand Mayka Rahman, sang kakak yang bisa dikatakan joki ini, diantarkan ke kantor sektor XI. Setelah ditanyai, ketua sektor XI Herwandi berinisiatif memulangkannya.
Kepada koran ini, Herwandi mengatakan berdasarkan pengakuan pelaku kepadanya, dia terpaksa menggantikan ujian adiknya yang sedang sakit. Karena ketahuan pengawas, si Joki yang tidak diketahui namanya ini menangis dan mengaku bersalah. “Dia mengatakan adiknya jatuh sakit. Dia tidak ingin kesempatan adiknya hilang, maka dia yang menggantikannya ujian di hari kedua. Karena dia jujur mengaku bersalah dan tidak berkeras melanjutkan ujian, maka diminta untuk tidak melanjutkan aksinya,” jelas Herwandi.
Sayang, pengawas tidak mengetahui nama sang Joki dan adiknya. Karena saat katahuan, dia belum sempat menulis nama dan nomor ujian. Ketua Panlok 14 SNMPTN Padang Novesar Jamarun mengakui, telah mendapatkan laporan itu. Menurutnya, penindakan langsung yang diambil pengawas sudah benar. Karena, berhasil mencegah terjadinya kecurangan. Sedangkan status sang adik yang digantikannya, secara otomatis gagal SNMPTN 2008 ini.
Kepala Bidang Informasi dan Dokumentasi Panitia Lokal SNMPTN 14 Padang Amril Amin yang dihubungi koran ini, juga membenarkan terjadinya peristiwa itu. “Pengawas ujian harus memulangkannya, karena yang bersangkutan mengakui kesalahan. Lagian saat kejadian, pelaku belum membuka soal ujian dan mengisi lembar jawaban. Kita tidak ingin memperpanjangnya, karena yang bersangkutan mengaku bersalah,” sebut Amril yang juga Humas UNP ini.
82 Tidak Hadir
Sementara, jumlah peserta SNMPTN Panlok 14 yang tidak hadir hari kedua ini bertambah. Jika hari pertama hanya 42 peserta yang tidak datang, di hari kedua ini bertambah menjadi 82 orang. Selain itu, juga ada satu peserta yang jatuh sakit dan tidak bisa melanjutkan ujian.
Secara umum pelaksanaan SNMPTN 2008 di Sumbar berlangsung lancar. Panitia lokal 14 melakukan monitoring di sejumlah lokasi ujian. Seperti Kampus UNP Air Tawar, Kampus UBH, Kampus ITP, Kampus AKBP dan lainnya. Rektor Unand Prof Musliar Kasim di sela-sela monitoring mengatakan, peserta yang tidak hadir otomatis gagal SNMPTN.
Karena memang tidak ada ujian susulan. “Tidak ada ujian susulan. Karena besok semua bahan-bahan ini sudah sampai di Jakarta. Tidak ada waktu untuk ujian susulan itu,” kata Musliar Kasim. SNMPTN 2008 ini diikuti 27.412 peserta. Mereka akan saling bertarung memperebutkan jurusan idaman di universitas negeri pilihan. Di Sumbar tersedia 4.345 alokasi kursi didua universitas negeri. Tahun ajaran 2008/2009 ini, Unand akan menerima 2.504 mahasiswa dan UNP sebanyak 1.842 orang.
Selain lewat jalur SNMPTN, UNP juga menerima mahasiswa baru lewat jalur PMDK 775 orang, Jalur Prestasi (JP) 320 orang. Selanjutnya, melalui Seleksi UNP 427 orang, Non Reguler 2.835 orang, mahasiswa transfer 864 orang, dan mahasiswa kualifikasi S1 306 orang. Demikian halnya dengan Unand, lewat jalur PMDK menerima 817 orang, Reguler Mandiri (dulu bernama Non Reguler) dan Seleksi Mandiri 245 orang. (nto)
|