Saat ini ada 3 tamu online
Nonton Konser, Bebas Berekspresi pdf  | cetak |
Jumat, 04 Juli 2008
Beragam gaya menghiasi pelataran parkir Lanud Tabing saat konser salah satu band papan atas digelar. Walaupun terkadang tak matching dengan aliran musik yang lagi manggung, tapi setiap orang tentunya punya cara berbeda untuk mengeksperisikan dirinya.

Alasan yang berbeda untuk menyaksikan konser musik menjadi latar belakang berbedanya ekspresi yang muncul saat berbaur dengan berbagai pencinta musik dari berbagai genre. Adil, contohnya. Karena sang pacar ngebet banget pengen nonton band favoritnya, ia terpaksa menemani. “Gak tega juga liat dia pergi sendiri,” aku Adil (34) wiraswasta pada POSMETRO, kemarin.

Lain halnya dengan Arif (19) mahasiswa teknik Unand Padang dan komplotannya. Pencinta musik R & B tersebut mengaku pilih-pilih untuk nonton konser musik. “Kalau alirannya gak cocok buat apa ditonton,” akunya. Tapi, ada juga kelompok yang gak pengen lewatin setiap konser musik. Mau rock, jazz, pop, R & B, hingga dangdut sekali pun, kelompok ini kerap hadir. Alasannya satu, sekedar ngumpul bareng teman. “Ga peduli amatlah ama band yang main asal bisa ngumpul bareng teman,” aku Adi, mahasiswa tahun akhir Bung Hatta Padang. Selain itu, alasan utama para penggemar musik mau berdesak-desakan nonton konser band di lapangan terbuka hanya untuk menyaksikan pemusik-pemusik yang diidolakannya.

Pamor ‘ganteng’ menjadi daya tarik sendiri bagi kalangan hawa untuk rela berdesak-desakan di lapangan terbuka. Bagi kalangan cowok pencinta musik, menyaksikan permaian musik grup band idolanya secara langsung menjadi daya tarik buat mereka. “Live (langsung) beda dong dengan dengerin musik lewat kaset. Di sini ketauan apa mereka benar-benar piawai bermain musik atau gak,” aku Rino. Beragam latar belakang bisa dijumpai saat menyaksikan konser musik di lapangan terbuka. Dengan model pakaian dan dandana rambut yang luwes, para muda-mudi berbaur menjadi satu komunitas.

Tak jarang, keributan pun sering muncul saat konser band berlangsung. Insiden-insiden kecil tersebut terkadang tidak terlalu digubris para penikmat musik. “Namanya juga berbaur, insiden-insiden kecil menjadi hal yang biasalah. Asal gak rusuh aja,” aku Jhoni, yang berpengalaman pernah menjadi ketua pelaksana menggelar festival musik SMA 2 Padang. Meskipun tak jarang dalam sebuah konser menelan korban jiwa—seperti konser grup band Ungu beberapa waktu lalu—namun minat anak muda dan pencinta musik untuk bejubel di lapangan terbuka menyaksikan grup band kesayangannya tetap saja ada. (erinaldi)

 
< Sebelumnya
peristiwa.gif

Parsenibud Solsel Ikuti Fiesta Nusa II di Bali

28.09.2008

SOLSEL, METRO-- Kantor Pariwisata, Seni, dan Budaya (Parsenibud) kabupaten Solok Selatan akan mengikuti Fiesta Nusa II di Bali…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

PDAM Dinilai Langgar Prosedur, Azhar: BPKP Telah Mengaudit

11.10.2008 | Metro Padang

SAWAHAN, METRO-- Anggota DPRD Kota Padang menilai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang, tidak profesional dalam melaporkan…



advert-4.jpg

indosat.gif