|
TARAKAN, METRO-- Kontingen Jawa Barat (Jabar) sukses mengawali perjuangannya di cabang olahraga (cabor) catur pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII/2008 Kaltim dengan manis. Jabar mampu menyapu bersih 2 medali emas yang diperebutkan di nomor catur perorangan putra-putri yang baru menyelesaikan pertandingan kemarin pagi (4/7) sekitar pukul 12.00 Wita di hall Hotel Tarakan Plaza, Tarakan. Usai pertandingan, official dan seluruh atlet Jabar pun langsung bersuka cita menyambut keberhasilan tersebut.
“Alhamdulillah, target awal kami tercapai. Saya juga salut dengan perjuangan atlet, padahal Irene (sapaan akrab Irene Kharisma Sukandar) sempat mengalami sakit yang mengganggu konsentrasinya. Tapi dia akhirnya mampu bermain maksimal hingga babak terakhir. Tak kalah cemerlangnya adalah Susanto (panggilan kecil Susanto Megaranto). Yang jelas saya sangat terharu sekali dengan perjuangan anak-anak,” puji Ketua Harian Pengprov Percasi Jabar M Ridlo Eisy, usai pertandingan. Emas pertama PON sekaligus emas pertama Jabar disumbangkan MIW Irene Kharisma Sukandar di kelompok putri. Kepastian itu diperolehnya setelah menahan remis pecatur Kaltim asal Tarakan Nadya Anggraeni di babak kesembilan atau babak terakhir. Tambahan setengah angka itu cukup untuk mengantarkan pecatur putri terbaik Indonesia saat ini, memimpin sendirian di posisi teratas klasemen akhir dengan koleksi 7,5 Vp, unggul dari pecatur tuan rumah MPW Dewi Ardiani Anastasia Citra (7 Vp) serta pecatur DKI, MIW Evi Lindiawati (6,5 Vp) yang hanya puas perak dan perunggu. Padahal, seperti yang diungkapkan Ketua Harian Pengprov Percasi Jabar, Irene sempat hilang konsentrasi karena sakit ringan yang dialaminya. Itu jelas terlihat di awal babak. Ia diluar dugaan takluk dari Dewi AA Citra pada babak kedua. Namun perlahan tapi pasti, Irene mengejar ketertinggalannya dengan memenangkan babak-babak selanjutnya. Hingga ia mampu menyamakan perolehan nilainya dengan pimpinan klasemen sementara asal Bali Kadek Lin Dwijayanti di babak keenam. (jpnn) |