|
BALIKPAPAN, METRO-- Pembangunan venues Pekan Olahraga Nasional (PON) VXII di Balikpapan telah menghabiskan dana yang tak sedikit. Ratusan miliar rupiah telah mengucur untuk membangun tempat-tempat pelaksanaan even akbar empat tahunan itu.
Seperti disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan Sri Sutantinah pada koran ini, Jumat (4/6) kemarin. Pembuatan empat venues, yakni squash, dayung, tenis dan lapangan tembak telah menelan dana sekira Rp 265 miliar. Dengan rincian, venue tenis menelan anggaran Rp 67 miliar pada tahap pertama dan Rp 55 miliar tahap kedua. Venue squash pada tahap pertama menghabiskan Rp 20 miliar dan tahap kedua Rp 9 miliar. Lapangan menembak Rp 40 miliar untuk tahap pertama dan Rp 50 miliar untuk tahap kedua. Terakhir adalah venue dayung tahap pertama Rp 16 miliar dan tahap kedua Rp 8 miliar. Tantin-sapaan akrabnya mengatakan, jumlah tersebut merupakan nominal anggaran untuk venues saja. Sedangkan anggaran pembangunan sarana penunjang lainnya belum terdeteksi. “Yang saya ingat baru pembangunan venues,” ujarnya. Untuk persiapan PON, tambahnya, keempat venues itu sudah siap dipergunakan. Kecuali lapangan tenis yang masih mengalami beberapa kendala. Seperti arena bertanding dan sarana penunjang yang ada di sana. Sehingga, pihaknya kini sedang fokus untuk menyelesaikan arena pertandingan tenis saja. Sedangkan sarana penunjang baru akan diselesaikan setelah PON. “Skenarionya kita fokus pada tempat bertanding. Biar bisa digunakan,” sambungnya. Disinggung mengenai infrastruktur penunjang lainnya, seperti Jalan Soekarno-Hatta yang mengalami rusak parah, Tantin menjamin arus transportasi selama PON tak akan terganggu akibat hal itu. Karena, pihaknya telah mengeraskan jalan yang kini tersisa sekira satu meter tersebut. Selain itu, masih ada jalan alternatif, yakni melalui Samboja. (jpnn) |