Saat ini ada 22 tamu online
Sore Ini PON Dibuka pdf  | cetak |
Jumat, 04 Juli 2008
SAMARINDA, METRO-- Sehari menjelang pembukaan PON XVII, seluruh pengisi acara masih sibuk melakukan geladi bersih di Stadion Utama Kaltim di Palaran, Samarinda. Meski kemarin merupakan latihan terakhir, namun belum semua gerakan mampu ditampilkan dengan sempurna.

Pada geladi bersih semua pengisi acara mengenakan atribut yang akan dikenakan pada saat acara upacara pembukaan dan penutupan (UPP). Sehari sebelumnya, Kamis latihan bersama juga diadakan di tempat yang sama.

Kesempatan pertama digunakan untuk pengisi acara pada upacara penutupan yang rencananya dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pada kesempatan ini berbagai atraksi dilakukan pengisi acara, di antaranya adalah defile atlet, penurunan bendera KONI, pemadaman api PON dan hiburan.

Sementara itu pada saat hampir bersamaan, di luar stadion juga dilakukan geladi bersih pemasangan bendera kontingen. Pada tahap ini peserta yang merupakan mantan anggota pasukan pengibar bendera (Pakibra) terlihat masih melakukan kesalahan terutama pada saat pemasangan tali bendera yang diikatkan pada tali tiang bendera.

Selanjutnya kegiatan geladi bersih di dalam Stadion Utama Kaltim, sekira pukul 17.00 Wita. Dipilihnya waktu tersebut berhubungan dengan pelaksanaan upacara pembukaan yang akan dilaksanakan Sabtu (5/7) yang akan berlangsung malam hari.

Konsultan Event Organizer UPP Djaduk Ferianto mengungkapkan, upacara pembukaan akan dimeriahkan oleh penampilan lebih dari 1.000 penari ini akan menampilkan tari kolosal bertema Pola Daya. Tarian kolosal itu terdiri dari tari jugit paman, tari rudat hadrah, tari jepen, tari enggang, tari perang/kancet pepatay, tari hudoq, tari belian sentiyu, tari behempas, pencak silat seni dan teater.

Sejumlah tarian khas Kaltim tersebut dikemas dengan menggambarkan pesona pesisir hingga pedalaman Kaltim. “Kita ingin menggambarkan keragaman khasanah budaya Kaltim dalam satu balutan. Ini melambangkan persatuan Kaltim dan Indonesia yang berisi beragam budaya baik dari pesisir maupun pedalaman,” ujar Djaduk. (jpnn)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Syawir seorang Pemulung Tanpa Tempat Tinggal, Hidup Sebatang Kara

03.09.2008 | Metro Humaniora

Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…

Gaya Rambut 2009

20.11.2008 | Metro Gaya

GAYA potongan maupun pewarnaan rambut yang dipilih dapat membangun karakter dan imej seseorang, pun demikian dengan kaum pekerja.…

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Catatan Bapedalda Kota Padang, Batang Arau Paling Parah Tercemar

20.11.2008 | Metro Padang

SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…



advert-4.jpg

indosat.gif