|
Ditilik secara georafis Nagari Painan Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan terletak di ibukota kabupaten di lingkungan perbukitan Bukit Barisan yang berjejer sepanjang Pessel. Dengan luas daerah 16.000 M2 memiliki jumlah penduduk sebanyak 12.478 jiwa dengan 3.014 kepala keluarga.
Sebenarnya, nagari ini termasuk yang memiliki penduduk terpadat dan heterogen serta dengan mata pencaharian yang beragam. Akan tetapi ini juga memiliki suatu spesifik hasil dari petani lautnya yakni budi daya rumput laut. “Budi daya rumput laut ini telah merambah pasar bukan saja di Sumbar ini melainkan sampai ke provinsi tetangga seperti Riau dan Jambi, bahkan, sampai ke Negeri Jiran seperti Malaysia dan Brunai Darussalam” ucap Walinagari Painan Drs Syafridan kepada POSMETRO Jumat (4/7). Menurutnya, budi daya rumput laut ini sekarang dipusatkan di Kampuang Sungai Nipah karena memilki luas daerah yang cukup dan daerah Sungai Nipah ini cocok untuk budi daya rumput laut ini. Selain daerahnya berteluk juga memiliki ombak laut yang kecil jadi tidak merusak untuk pembudidayaan rumput laut tersebut. Untuk hasilnya masih menurut Syafridan, cukup menggiurkan dengan bibit rumput laut sebanyak 250 kg bisa menghasilkan 1 ton pada panennya dalam waktu paling lama tiga bulan. Dan untuk modalnya sendiri tidak terlalu besar, namun untuk pembudidayaan ini sebaiknya harus melaksanakannya dengan bibit yang banyak agar hasilnya bisa meningkat dari bulan ke kebulan. “Kita akan menjadikan Nagari Painan ini sebagai sentra budi daya rumput laut ke depannya dan kita akan mengarahkan kepada masyarakat yang berada di daerah Sungai Nipah ini untuk melakukan budi daya rumput laut ini,” tegasnya. Dikatakan Syafridan, namun sekarang masyarakat terkendala untuk permodalannya, jika Pemkab Pessel bersedia mengulurkan tangannya membantu permodalan masyarakat yang membudidayakan rumput laut ini barangkali bisa diberdayakan masyarakat yang tidak memiliki penghasilan tetap untuk mengelola budi daya ini. Agar cita-cita menjadikan Painan sebagai sentra rumput laut segera tercapai. “Kita sangat yakin budi daya rumput laut ini bisa berkembang jika permodalan bisa dibantu Pemkab Pessel. Untuk ekspos ini sendiri sudah sampai ke Pemprov Sumbar dan pemprov sendiri juga pernah mensurvey kegiatan budi daya rumput laut ini dan juga pernah akan memberikan bantuan berupa permodalan, namun sampai saat ini belum ada realisasinya” lirihnya. Selaian rumput laut masih ada potensi lain, kata Syahridan, Nagari Painan di Kampuang Painan Timur juga mengembangkan kakao (Tanaman Coklat) dengan luas sekitar 150 hektare yang baru-baru ini dapat bantuan bibit dari Pemkab Pessel dan sekarang telah dilakukan penanaman oleh kelompok tani yang mendapat batuan tersebut. Ditambahkan, sangat diharapkan sekali Pemkab Pessel bisa membantu permodalan budi daya rumput laut ini seperti yang telah diberikan bantuan untuk para petani kakao. Agar bisa menekan angka pengangguran dan keluarga miskin di Nagari Painan ini. (y) |