|
PADANG, METRO-- Guyuran hujan yang mendera Kota Padang, dikatakan Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Tabiang Padang, Amarizal, masih dalam takaran wajar. Dia berharap, masyarakat terus mengawasi lingkungan sekitar mereka, karena banjir yang datang, bukan hanya disebabkan lebatnya hujan.
“Kita bisa melihat beberapa titik banjir di Kota Padang dan beberapa daerah di Sumbar, semuanya adalah daerah yang saluran irigasinya buruk. Biasanya, Juli dan Agustus, Kota Padang mengalami peningkatan curah hujan mencapai rata-rata 300 mm,” kata Amarizal yang dihubungi tadi malam, terkait dengan hujan yang terus turun. Amarizal menyebutkan, pada bulan Juli ini, kemungkinan akan terus terjadi hujan memang sangat tinggi. Karena, melihat kondisi cuaca, pembentukan awan yang berpotensi besar menghasilkan hujan, memang terus terjadi. "Untuk hujan saat ini, kita sedang mengukur rata-ratanya. Tapi yang pasti, angkanya melebihi curah hujan rata-rata,” tandas Amarizal yang juga melakukan pantauan lapangan. Sementara itu, kecepatan angin, kata Amarizal masih dalam taraf yang wajar. Rata-rata kecepatan angin saat ini adalah 15 KM/jam dan tidak berpotensi menimbulkan badai dan angit puting beliung. Angin ini, katanya, hanya angin Barat — datang dari laut yang memicu terjadinya penguapan dan pembentukan awan berpotensi hujan. “Nah, bicara hujan, bicara angin, tentu tidak lengkap kalau tidak bicara tinggi gelombang. Sepekan ini, menurut prediksi BMG, tinggi gelombang masih dalam taraf wajar, yaitu 2-2,5 meter saja. Jadi, saya rasa belum mengganggu para nelayan yang akan melaut,” tutupnya. (rvi) |