Saat ini ada 5 tamu online
Peringati Momentum HUT “Emas”, PTSP Resmikan 3 Proyek Strategis pdf  | cetak |
Sabtu, 05 Juli 2008
PADANG, METRO-- Usia 50 tahun bukanlah waktu yang singkat. Perusahaan kebanggaan rang awak ini telah menjalani pahit getirnya persaingan yang terjadi agar tetap eksis di kancah industri persemenan nasional. Berbagai strategi pun dirancang mulai dari kualitas produk yang ditawarkan hingga market share yang harus dikuasai, agar bisa survive dan eksis di tengah ketatnya persaingan. Memasuki usia pengambilalihan pabrik yang ke 50 tahun ini, PT Semen Padang (PTSP) pun semakin kuat dan kokoh.

Memanfaatkan momentum HUT Emas tersebut, pabrik semen tertua sekaligus pelopor cikal bakal industri semen di Indonesia ini meresmikan beberapa proyek strategis. Beberapa proyek itu di antaranya pembangunan Rumah Sakit Semen Padang bertaraf internasional, Museum Semen Nasional ex. Pabrik Indarung I dan pengembangan kapasitas pabrik menuju 6.5 juta ton per tahun serta launching pemakaian Kantong Baru Semen Padang.

“Pengembangan proyek strategis ini merupakan salah satu tahapan yang telah kita rencanakan sejak tahun 2007 lalu, sekaligus menggambarkan kondisi perusahaan yang terus tumbuh dan berkembang. Dua tahun lagi, PTSP akan genap satu abad. Sebagai sebuah perusahaan, sangat jarang bisa mencapai usia yang demikian. Istilahnya, untuk ini adalah Living Company. Julukan living company sangat jarang terjadi. Jangankan di Indonesia, di dunia saja hal itu sangat langka adanya,” tutur Direktur Utama PTSP, Drs. E. Irzal, Ak, MBA pada Peringatan HUT ke- 50 Pengambilalihan PTSP di Plaza Kantor Pusat, Jumat (4/7).

Untuk itu, Irzal mengharapkan bagaimana seluruh karyawan dan manajemen PTSP bisa menjadikan perusahaan ini terus tumbuh dan berkembang. “Pada kesempatan ini sekali lagi saya mengajak semua pihak untuk meningkatkan kebersamaan, meningkatkan semangat kerja dan menanamkan budaya kerja yang telah digariskan oleh perusahaan, sehingga perusahaan dapat meraih istilah living company,” ajaknya.

Irzal juga menjelaskan, pembangunan Rumah Sakit Semen Padang bertaraf internasional ini merupakan partisipasi perusahaan dalam meningkatkan program kesehatan nasional menuju Indonesia Sehat 2010. Program kesehatan ini tidak hanya untuk keluarga besar Semen Padang tapi juga sebagai tempat pelayanan kesehatan untuk membantu masyarakat terutama yang ada di Sumatera Barat.

Sedangkan pembangunan Museum Semen Nasional, hal ini merupakan jawaban untuk melestarikan sejarah persemenan secara nasional. Sejarah mencatat, industri persemenan secara nasional dimulai dari Ranah Minang. Oleh karena itu, keputusan Semen Gresik Grup menyepakati pendirian Museum Semen Nasional ini didirikan di Padang. Lokasinya merupakan ex. pabrik Indarung I, yang telah berhenti operasi sejak tahun 1999 lalu. “Pembangunan RS Semen Padang dan Museum Semen Nasional ini akan menjadi ikon baru bagi PTSP khususnya, maupun Sumbar pada umumnya.

Memasuki HUT Emas ini, seluruh karyawan dan manajemen PTSP tampaknya pantas berbangga hati. Pasalnya, pada Semester I tahun 2008 ini, kinerja PTSP cukup bagus. Dimana produksi klinker yang direncanakan sebesar 2.743.890 ton terealisasi sebesar 2.773.581 ton atau 101.08 persen diatas target. Sedangkan produksi semen yang ditargetkan sebesar 2.949.900 ton dapat terealisasi sebesar 3.000.408 ton atau 101.71 persen di atas target. Dalam hal penjualan semen, dari target sebesar 3.070.000 ton dapat terealisasi sebesar 3.161.569 ton atau 102.98 persen diatas target.

“Semua prestasi membanggakan itu tidak akan mungkin dapat dicapai tanpa kebersamaan seluruh pihak. Saat ini manajemen juga tengah melakukan berbagai upaya efisiensi di seluruh lini. Diharapkan dengan berbagai upaya yang dilakukan dan atas dukungan dari stakeholder, target penjualan tahun 2008 sebanyak  6.512.500 juta ton dengan nilai Rp. 3,48 triliun serta laba bersih  Rp. 464, 8 Miliar, Insya Allah dapat tercapai,” ujarnya.

Pada HUT Emas kali ini PTSP juga melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan, di antaranya Porseni (Pekan Olahraga dan Seni), Penghijauan, Khitanan Massal, dan Lomba Beton Mutu Tinggi Antar Kelompok Mahasiswa Teknik Sipil se Sumatera Barat mengunakan Semen Produk PPC (Portland Pozzolan Cement). Pada rangkaian peringatan HUT ini, Irzal juga melepas atlet binaan FKKSP yang tergabung ke dalam Kontingen Sumatera Barat yang akan berkompetisi di ajang Pekan Olah Raga Nasional (PON) XVII di Kalimantan Timur.

Sebanyak 24 orang atlit dari 6 cabang olah raga, yakni angkat berat, senam, silat, panahan, biliyar dan bowling akan ikut berjuang untuk meraih prestasi dan prestise daerah Sumatera Barat. “Mereka yang kita bina selama ini merupakan sumbangsih perusahaan terhadap daerah ini. Mari kita do’akan semoga mereka meraih sukses, untuk mengharumkan nama Sumatera Barat,” tutur Irzal. (bim)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Catatan Bapedalda Kota Padang, Batang Arau Paling Parah Tercemar

20.11.2008 | Metro Padang

SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…



advert-4.jpg

indosat.gif