Saat ini ada 3 tamu online
Pengakuan Bule Selandia Baru, ‘Saya Tak Percaya’ pdf  | cetak |
Sabtu, 05 Juli 2008
Meski berdialog bahasa Indonesia yang patah-patah, Jan (56), bule asal Selandia Baru merasa Kota Bukiktinggi masih tempat yang aman untuk dikunjungi. Bahkan, dia menegaskan ketidakpercayaannya, soal kota ini dijadikan sasaran teroris. “Saya tidak percaya. Soalnya, sejumlah kota yang pernah saya kunjungi di Indonesia ini, hanya Kota Bukiktinggi inilah yang paling aman,” ungkap Jan saat ditemui koran ini di Cafe Bedudal Jumat (4/7).

Salah satu tolak ukur keamanan yang dipakai Jen yakni, saat dirinya berjalan di malam hari seorang diri pada pukul 24.00 WIB hingga 01.00 WIB, belum pernah sekalipun terjadi tindak kriminal pada dirinya. “Itu hanyalah sebuah isu (dijadikan sasaran peledakan bom, red). Saya tidak takut,” ujar Jan dengan bahasa Indonesia terpatah-patah.

Sementara, pemilik Cafe Bedudal Deni (32), masih melayani para tamu-tamunya sebagaimana biasa. Dengan dibantu 5 orang karyawannya, cafe yang berada di Jalan A Yani itu mulai dibuka sekitar pukul 08.00 WIB. Menurut Deni, tidak ada kecurigaan soal akan terjadinya sebuah peristiwa besar, di cafe yang mayoritas dikunjungi warga negara asing ini. Para pengunjung, wajahnya tidak satupun memancarkan rona kecemasan.

Meski demikian, senternya isu Cafe Bedudal sasaran salah satu teroris, telah disikapi pemilik dengan melakukan sosialisasi kepada pengunjung. Deni beserta anak buahnya, dengan sabar menjelaskan kabar itu hanyalah isu semata. “Semua pengunjung dari Eropa ini, mengetahui tentang isu tersebut. Untuk menghilangkan ketakutan dari mereka, kami telah memberikan pengertian tidak akan terjadi peristiwa yang menakutkan itu di Cafe Bedudal ini,” sebut Deni kemarin.

Diakuinya, sejak adanya isu akan terjadi serangan teroris pengunjung dari Eropa yang datang ke cafe milik nya itu sedikit telah berkurang. “Memang sedikit berkurang pengunjung yang datang. Biasanya, setiap pagi pengunjung banyak datang. Kemungkinan, ini akan tetap bertahan hingga beberapa minggu mendatang,” imbuhnya. (***)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Syawir seorang Pemulung Tanpa Tempat Tinggal, Hidup Sebatang Kara

03.09.2008 | Metro Humaniora

Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…

Tetap Cantik dengan Blazer

11.10.2008 | Metro Gaya

Blazer dan wanita karir, sudah seperti satu kesatuan dalam hidup keseharian. Bagi wanita karir yang bekerja di perkantoran…

peristiwa.gif

Parsenibud Solsel Ikuti Fiesta Nusa II di Bali

28.09.2008

SOLSEL, METRO-- Kantor Pariwisata, Seni, dan Budaya (Parsenibud) kabupaten Solok Selatan akan mengikuti Fiesta Nusa II di Bali…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

PDAM Dinilai Langgar Prosedur, Azhar: BPKP Telah Mengaudit

11.10.2008 | Metro Padang

SAWAHAN, METRO-- Anggota DPRD Kota Padang menilai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang, tidak profesional dalam melaporkan…



advert-4.jpg

indosat.gif