|
DALAM sehari, manusia butuh tidur sekitar tujuh sampai delapan jam.
Tujuannya untuk mengembalikan vitalitas. Jika tidak tidur dalam 24 jam,
daya tahan tubuh menurun. Namun dengan olahraga rutin, ditambah
pengetahuan tentang teknik tidur yang baik, dan kemajuan teknologi
perkasuran, masa tidur bisa diperpendek sampai dua jam--menjadi cukup
lima jam .
Sejauh mana kebenarannya, belum terbukti memang. Tapi manusia modren yang sibuk dan tinggal di kota besar macam Jakarta, tidur ibarat numpang lewat. Bahkan banyak pebisnis handal hanya tidur beberapa jam tiap hari. Mereka umumnya melihat waktu identik dengan uang. Hidupnya jadi serba efisien dan praktis. Untuk mendapatkan sarana beristirahat yang nyaman tentu butuh ruang yang memadai. Saran banyak pakar desain interior adalah ruang tidur tak boleh terlalu sempit. Ada sirkulasi udara dan pencahayaan yang memadai. Soal ruang dan tempat tidur tak usah khawatir. Sebab saat ini produsen tempat tidur sudah membuat tempat tidur plus kasurnya.
Ingin kasur kapuk, busa, spring, bulu angsa atau kasur berisi air, tinggal pilih sesuai kemampuan kantong. Di atas kasur lazimnya dibentangkan seprai, lalu ada bantal dan guling dengan sarungnya, dan pernak-pernik penunjang kamar tidur dan lebih baik lagi jika ruangannya ber-AC. Ukuran tempat tidur ada berbagai macam sesuai dengan fungsi kamar tidur. Untuk kamar tidur utama dengan kapasitas dua orang, lazimnya dipakai yang berukuran queen yakni 160 atau 180 cm x 200 cm. Tapi untuk yang berbadan besar tersedia kasur yang lebih besar, yakni king size dengan ukuran 200 cm x 200 cm.
Di pasar ditawarkan juga bermacam corak dan warna seprai. Biasanya desainer interior yang menentukan bagaimana desain, bahan, motif dan warna yang pas dengan corak, warna dan gaya lingkungan suatu tempat tidur. Apakah warna tirai bed cover selaras dengan suasana ruang tidur secara keseluruhan. Sebelum memutuskan membeli satu set tempat tidur, ada baiknya dicermati dulu bahan dasar pembuat kasur. Sebab, seperti main olahraga seluncur es. Bila ingin berseluncur es dengan baik, tentu dibutuhkan papan seluncur yang baik. Itu juga berlaku dalam urusan bobo, kalau mau enak ya pilih yang sesuai dengan standar kesehatan.
Bila kasur kapuk menggunakan buah pohon randu sebagai bahan bakunya, kasur busa poliuretan atau sponge memakai busa kimiawi yang dinamakan poliuretan Sedang, kasur pegas menggunakan perpaduan pegas dan poliuretan, terakhir kasur lateks memakai bahan baku alam berupa cairan lateks. Bahan dasar pembuat karet itu diolah sedemikian rupa menyerupai busa dan memiliki berjuta rongga-rongga udara yang berfungsi untuk kesempurnaan sirkulasi udara. (*/ren)
|