|
Kesadaran untuk kemajuan bidang akademik membuat studi banding menjadi
penting. Hal ini dilakukan agar ada hal baru yang menjadi acuan dalam
lembaga pendidikan yang dinakhodai. "Hal yang membahagiakan bagi IAIN
Imam Bonjol Padang. Kita akan bekerja sama dalam bidang bahasa Arab
dengan berbagai lembaga yang dikunjungi. Mereka lebih maju dan aktual
dalam bidang pengajaran dan kurikulum," tegas Prof Dr H Syafruddin
Nurdin MPd, ketika berbincang dengan koran ini, pekan lalu seputar
studi banding dan pengembangan dunia akademik di IAIN Imam Bonjol
Padang.
Guru Besar Pendidikan Islam yang kini menjabat sebagai Purek I IAIN Imam Bonjol Padang ini memaparkan panjang lebar seputar perjalanan ke UIN Malang, UIN Jakarta, Kedutaan Arab Saudi Jakarta, dari tanggal, 12-22 Juni 2008 lalu. "Dosen-dosen Bahasa Arab akan mendapat workshop khusus dari LIPIA Jakarta, lembaga ini dikenal dengan lembaga pengajaran trampil dalam waktu singkat. Dalam waktu dekat, Direktur LIPIA akan diundang ke kampus ini," ujar mantan Dekan Fakultas Tarbiyah ini. Syafruddin memiliki obsesi menjadikan bahasa Arab sebagai bagian penting yang mudah dipelajari dan dikenali. "Tidak membuat kening berkerut," ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, bahasa Arab menempati kedudukan yang sangat strategis dalam mengkaji dan mendalami ilmu-ilmu keislaman di Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI). Berbagai literatur keislaman tertuang dalam bahasa Arab. Bahkan al-Quran yang menjadi rujukan pertama dalam Islam menggunakan bahasa Arab. "Menyikapi pentingya bahasa Arab dalam studi keislaman, maka Institut Agma Islam Negeri Imam Bonjol (IAIN IB) Padang sebagai institusi pengembangan ilmu-ilmu keislaman terkemuka di Sumatra Barat, melakukan berbagai langkah dan kebijakan lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas kemampuan mahasiwa dalam berbahasa Arab," tambahnya.
Dia juga mengatakan, IAIN IB Padang berusaha melecut minat mahasiswa dalam mempelajari bahasa Arab. Kepada mahasiswa baru akademi 2008-2009 akan diperlakukan kegiatan pembinaan bahasa Arab dengan sistim intensif selama dua semester, Senin sampai Jumat. Melalui placement test ,100 orang masing-masing 20 orang dari tiap fakultas nantinya akan diasramakan. Bagi mahasiswa yang menyelesaikan pendidikannya harus menikuti TOAFL. Bagi Program S1 minimal 400, S2 425 dan S3 450. "Program ini sesuai dengan tujuan IAIN IB dalam mencetak calon intelektual muslim yang siap berbagi dengan masarakat nantinya," ujar bapak empat anak terbut.
Sembari memperlihatkan beberapa dokumen penting dari hasil perjalanan studi banding yang dipimpimpin Prof Dr H Masnal Zajuli MA, beranggotakan Drs Em Dasril MA, Abdul Manan Sihombing MA, Drs Wartiman MA, Drs, Lokot Nasution M Ag dan Prof Dr Syafrudin Nurdin MPd sebagai pendamping. Syafrudin Nurdin berharap kesiapan seluruh citivitas akademika IAIN IB Padang dalam menyeimbangi aplikasi program ini. "Demi pengembangan bahasa Arab, Unit Pengembangan Bahasa IAIN IB harus mendapat perhatian yang serius dan dukungan yang penuh dari pimpinan fakultas di lingkungan IAIN IB Padang," ucapnya mengakhiri. (firdaus diezo/harfianto)
|