|
CIREBON, METRO-- Wartawan televisi Indosiar, Agus Suci Iswahyudi
alias Yudi, dipukuli dan ditendang oleh seorang marinir bernama Praka
Sahprudin dari Kesatuan Yon Hoiwitzer 2 Marinir Cilandak, Jakarta
Selatan. Akibatnya, Yudi sempat mual-mual.
Pemukulan terjadi saat razia narkoba nerlangsung di diskotek Flaminggo, Losarang Indramayu, Jawa Barat, Sabtu 5 Juli 2008 pukul 02.00 WIB. Saat itu, Yudi sedang mengambil gambar Sahprudin yang diperiksa polisi. Sahprudin yang sedang mabuk menolak diambil gambarnya. Pria itu pun lantas memukul dan menendang perut Yudi hingga tersungkur. Sahprudin juga mengancam wartawan lainnya jika tetap mengambil gambar maka dia akan melakukan hal yang sama seperti Yudi.
"Awas kalau kamu ambil gambar, saya tendang dan tuntut kamu," teriak Sahprudin. Atas kejadian itu, puluhan wartawan Cirebon dan Indaramayu mendatangi Kantor Polisi Militer AL (POM AL) di Klayan, Cirebon, Jawa barat, Sabtu (5/7). Mereka meminta pelaku pemukulan terhadap Yudi diusut. Yudi saat ini sedang menjalani pemeriksaan di POM AL.
Selang beberapa saat, Praka Sahprudin, diamankan polisi. Pelaku yang tercatat sebagai anggota marinir Kesatuan Yon Hoiwitzer 2 Marinir Cilandak, Jakarta Selatan itu kini tengah menjalani pemeriksaan di Detasemen Polisi Militer AL, Cirebon.
"Kita sudah mengamankan pelaku. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan," kata Kepala Seksi Intelijen Pangkalan Angkatan Laut Cirebon Dede Rahman, di Markas Polisi Militer AL (POM AL), Jl Klayan, Cirebon. Dalam pemeriksaannya, kata Dede, Praka mengakui perbuatannya. "Saat itu dia mengaku sedang mabuk minuman dan tidak terkontrol. Jadi dia menendang Yudi," ujar Dede.
Dede menuturkan, pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap pelaku. Korban juga ikut dimintai keterangan. "Kita masih meminta keterangan keduanya, baik korban mau pun pelaku," imbuhnya. Bagaimana nasib korban, apakah ada jaminannya? "Ada. Kita menjamin keselamatan korban agar tidak terintervensi oleh oknum lainnya," ujar Dede seperti dilansir detik.com, kemarin. (int)
|