|
Armalis-Hanibal Perjuangkan Nasib PKL |
pdf
|
| cetak |
|
|
Senin, 07 Juli 2008 |
|
PARIAMAN, METRO-- Dua orang Kepala Dinas di Kabupaten Padangpariaman diusulkan 20000 ribu masyarakat Kota Padang untuk menjadi walikota dan wakil walikota Padang periode 2008-2013. Kedua orang pejabat eselon II tersebut adalah putra asli Koto Tangah dan Ulak Karang Padang.
Mereka akan maju dari calon indefenden untuk pilwako Padang 2008. Kedua
orang tersebut adalah Hanibal SE MM sebagai walikota berpasangan dengan
H Armalis Mucthar SH, MH. Hanibal saat ini Kepala BPKD dan Armalis
Kepala Dinas Perhubungan di Pemkab Padangpariaman.
“Kita maju berdua dari calon indefenden untuk Pilwako Padang, karena
telah ada 20000 masyarakat Kota Padang yang meminta untuk menjadi wako
dan wawako Padang periode ke depan. 20000 orang masyarakat tersebut
ditandai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebanyak 20000 yang terdiri
dari Koto Tangah, Lubuak Begalung, Indarung, Bungus, Teluk Bayur, Pauh,
Gaung dan Ulak Karang,” ungkap Hanibal dan Armalis kepada wartawan di
ruang kerjanya, kemarin.
Katanya, mereka berdua maju, karena melihat masyarakat Kota Padang
sangat merindukan gaya kepemimpin mantan wako Padang H Syahrul Ujud SH.
Oleh karena kita berdua bertekat pula untuk menerapkan pola Syahrul
Ujut sekiranya terpilih menjadi wako dan wawako.
Maka jelasnya, program mereka setelah terpilih untuk tahap
memberdayakan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan menekan pengangguran di Kota
Padang. Namun demikian, dalam membuat program mereka akan merancang
program pembangunan yang tidak sesaat. Apalagi Kota Padang adalah kota
perdagangan dan industri.
“Artinya kita berdua akan menjadi sebuah sentral perdangan yang serba
cukup dalam di Kota Padang ini. Karena itu, visi dan misi mereka
memberdayakan UKM. Atas dasar itu pula saya maju dalam pilwako Kota
Padang ini. Kemudian kalau dia terpilih bertekat tidak ada lagi Kota
Padang yang kampung,” tandasnya mengakhiri. (efa)
|
|
|
|
20.11.2008
TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…
20.11.2008 | Metro Padang
SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…
|
|