|
AROSUKA, METRO-- Kabupaten Solok yang secara geografis berada di ketinggian, memang sangat cocok untuk dikembangkan sebagai daerah perkebunan, peristirahatan dan lain sebagainya. Khusus untuk perkebunan, daerah ini cukup potensial untuk dikembangkan.
“Salah satu komoditas yang sangat potensial sekali dikembangkan adalah
casiavera atau kulit manis. Beberapa daerah di Kabupaten Solok
temperaturnya pas untuk penanaman komoditi jenis ini. Karenanya, kami
menghimbau agar warga masyarakat kembali mengembangkan kulit manis,”
ucap Bupati Solok H Gusmal SE MM kepada POSMETRO di Arosuka, Minggu
(7/7).
Dikatakan bahwa casiavera selain cocok ditanam di dataran tinggi
Kabupaten Solok, juga memiliki pangsa pasar yang jelas. Sehingga dengan
mengembangkan atau membudidayakan casiavera, perekonomian warga
masyarakat dapat terangkat.
“Salah satu pilar pembangunan Kabupaten Solok adalah pilar ekonomi
kerakyatan. Nah kalau semua warga kembali melakukan budidaya casiavera,
kami yakin perekonomian masyarakat kembali membaik,” terangnya.
Disinggung menyangkut daerah yang cocok untuk penanaman kulit manis
tersebut, Gusmal tak mengatakan secara spesifik. Karena menurutnya,
hampir tidak ada alam Kabupaten Solok yang tidak cocok dengan tanaman
rempah tersebut.
Bangun Jalan Dengan Pola Partisipatif
Masih banyaknya keinginan masyarakat akan jalur transportasi yang belum
terakomodir melalui dana APBD, diharapkan bisa dituntaskan melalui
program dana pola partisipatif. Malah program ini jauh lebih hemat,
efektif dan cepat ketimbang menunggu pengesahan melalui APBD.
“Malah melalui program tersebut, hubungan silarurrahmi antar sesama
warga masyarakat bisa ditingkatkan. Karenanya, pemerintah daerah
melihat program ini bisa diterapkan di Kabupaten Solok,” jelas Gusmal.
Dikatakan, dari 74 nagari yang ada di Kabupaten Solok, sebenarnya
semuanya telah bisa dijangkau dengan kendaraan. Kalaupun ada yang belum
terjangkau, itu adalah transportasi di dalam nagari yang menghubungi
antara satu jorong dengan jorong saja.
“Insyaallah, dengan memaksimalkan program partisipatif, maka percepatan
pembangunan akan lebih mungkin dilakukan. Karenanya, Pemkab Solok akan
menjadikan program ini sebagai program berkelanjutan setiap tahunnya,”
imbuhnya.(e)
|