|
Photografi Butuh Keseriusan |
pdf
|
| cetak |
|
|
Senin, 07 Juli 2008 |
|
Banyak hal dilakukan seseorang untuk memuaskan batinnya. Beragam kegiatan digeluti, mulai dari yang sekedar pelepas hobi, sampai yang benar-benar terjun mejadi profesional. Hobi dibidang Photografi misalnya. Meski tergolong hobi berbiaya tinggi, tidak sedikit orang yang gila kegiatan jepret-jepret ini.
Salah satu penggemar Photografi, K Swarna DAP kepada koran ini
mengatakan karena sering bepergian, dia seringkali melihat objek-objek
yang kalau diabadikan dengan kamrea pasti bagus. Berawal dari itu,
akhirnya dia memaksakan diri membeli peralatan potret. Mulai dari
kamera, lensa dan lainnya.
“Keinginan untuk motret itu selalu ada. Apalagi kalau ketemu objek atau yang bagus. Rugi rasanya kalau tidak direkam,” katanya.
K Swarna mengaku masih dalam tahapan New Entri atau pemula. Berbeda
dengan para profesional yang bisa menggelontortkan uang sampai Rp 30
juta lebih untuk melengkapi peralatan photografi mereka, dia hanya
merogoh kocek sampai belasan juta saja. Secara harga, kamera yang
dipakai para profesional dengan pemula juga berbeda.
Merek terkenal dan harga kamera yang mahal, bukan jaminan bisa
menghasilkan photo yang berkualitas. Semuanya tergantung pada teknik
memotret dan mengolah gambar. “Kalau untuk hasil, tidak masalah apakah
harganya mahal atau tidak, yang paling penting adalah teknik motret
kita,” kata K Swarna yang belajar photografi secara otodidak ini.
Layaknya penggila lainnya, para phografer ini juga membentuk
organisasi. Hanya saja K Swarna mengaku dia tidak bergabung dengan
komunitas organisasi photografi. Hanya bersama beberapa rekan penyuka
photografi dia membentuk wadah untuk berbagi. “Tapi bukan seperti
organisasi yang ketet. Kiat hanya ngumpul dan kalau ada objek bagus,
kita hunting rame-rame,” jelasnya. (nto)
|
|
|
|
20.11.2008
TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…
20.11.2008 | Metro Padang
SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…
|
|