|
BNP2TKI Salahkan Rekrutmen, Banyak TKI Jadi Korban Trafficking |
pdf
|
| cetak |
|
|
Senin, 07 Juli 2008 |
|
JAKARTA, METRO-- Maraknya kasus perbudakan modern yang menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) disebabkan karena lemahnya pengawasan proses rekrutmen TKI itu sendiri. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang dikepalai oleh Jumhur Hidayat menilai, biang kerok dari kasus-kasus yang menimpa TKI muncul karena proses rekrutmen yang tidak jelas.
“Biasanya hal itu (trafficking) terjadi karena proses rekrutmen yang
tidak melalui prosedur resmi sehingga tidak terpantau atau terlindungi
oleh pemerintah,” ujar Jumhur Hidayat di Jakarta, Minggu (6/7) kemarin. Pihaknya menurut Jumhur selalu menganjurkan kepada siapapun yang ingin
bekerja ke luar negeri agar melaporkan diri ke pemerintah secara resmi
melalui prosedural yang berlaku.
“Bisa melalui dinas tenaga kerja di kabupaten/kota atau BP3TKI sebagai unit pelaksana BNP2TKI di daerah,” jelasnya. Terkait minimnya laporan kepada badan-badan tersebut, dinilai sebagai
awal sulitnya pemerintah untuk melakukan advokasi atau mendeteksi
keberadaan TKI di luar negeri. Namun demikian, selama mereka WNI dan
mendapat perlakuan tidak adil di luar negeri, pemerintah akan terus
membela TKI tersebut sepenuh hati.
Sementara itu secara terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPR-RI Yusron Ihza
Mahendra menilai pemerintah harus segera menertibkan Perusahaan Jasa
Penyalur Tenaha Kerja Indonesia (PJTKI) yang selama ini tumbuh tidak
terkontrol. Mereka inilah menurutnya yang seringkali mengambil
keuntungan dari tenaga-tenaga kerja Indonesia.
Untuk diketahui, dalam satu pekan ini dua kasus yang menimpa TKI di
luar negeri. Dengan iming-iming pekerjaan halal dan bayaran segepok WNI
rentan menjadi korban trafficking. Salah satunya adalah Trimasyami yang
berasal dari Banyuwangi menjadi korban perbudakan di Brussel, Belgia.
Kemudian tiga TKW asal Jawa Timur masing-masing Yuliawati Binti Kasdi
(21 thn), Ina Krisnawati (26 thn), dan Ika Damayanti (24 thn). justru
dipaksa menjadi pekerja seks komersial di Kota Limbang, Sarawak,
Malaysia sebelum akhirnya berhasil dipulangkan.
Direktur Perlindungan WNI Departemen Luar Negeri Teguh Wardaya
mengemukakan bahwa Departemen Luar Negeri akan terus melakukan bantuan
maupun pendampingan terhadap kasus-kasus yang menimpa tenaga kerja
Indonesia di luar negeri.(w)
|
|
03.09.2008 | Metro Humaniora
Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…
|
|
20.11.2008 | Metro Gaya
GAYA potongan maupun pewarnaan rambut yang dipilih dapat membangun karakter dan imej seseorang, pun demikian dengan kaum pekerja.…
|
|
|
|
20.11.2008
TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…
20.11.2008 | Metro Padang
SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…
|
|