|
Kaltim Sukses Gelar PON XVII? |
pdf
|
| cetak |
|
|
Sabtu, 19 Juli 2008 |
|
SAMARINDA, METRO-- Kalimantan Timur telah usai menjadi tuan rumah PON XVII/2008. Meski menuai beberapa kritikan, namun perhelatan akbar itu dianggap sukses. Warga Bumi Etam-pun mengaku sangat dapat melangsungkan event empat tahunan itu. Hampir semua pertandingan digelar tanpa gangguan.
Terlepas dari berbagai kekurangan yang ada, Wakil Ketua Harian PB PON
XVII/2008 Hermain Okol. Ia juga tak lupa mengucapkan terima kasih
kepada seluruh warga Kalimantan Timur karena telah menjadi tuan rumah
yang baik. Hermain juga mengaku sangat bersyukur sebab kesuksesan
Kaltim ini akan menghidari cercaan dan kritikan dari berbagai pihak.
“Ini semua berkat hasil kerja keras, kerja sama dan kesabaran serta
dukungan semua masyarakat Kaltim,” ujar Hermain seperti dilansir
okezone.com. Disinggung mengenai kekurangan dalam penyelenggaraan PON kali ini,
Hermain juga mengakui adanya beberapa hal yang tidak sesuai dengan
harapan. Salah satunya mengenai mengenai Jembatan Mahulu yang gagal
selesai sebelum dimulainya PON di Bumi Etam itu.
Menurut Hermain, penyebab utama dari kegagalan itu karena kontruksi
jembatan pernah ditabrak tronton sebanyak tiga kali. Hal itu
menyebabakan penggarapannya hingga sekarang belum terselesaikan. Jembatan yang direncanakan akan memiliki panjang 800 meter dengan
tinggi ruang bebas 17 meter ini dibangun untuk menghubungkan Kelurahan
Loa Buah Kecamatan Sungai Kunjang dengan Kelurahan Sengkotek Kecamatan
Samarinda Seberang.
Selain masalah jembatan itu, Hermain juga mengakui ada masalah pada
penginapan. Beberapa atlet memang tidak mendapat tempat yang
dijanjikan. Menurut Hermain hal itu karena jumlah delegasi yang surplus. “Kami sudah menyiapakan tempat tinggal untuk sekitar 5000 atlet
berserta ofisialnya secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya. Tapi, tanpa
diduga, jumlah yang datang melebihi batas. Itu terjadi pada kontingen
Jawa Tengah. Tapi, kami bisa mengatasi masalah itu dengan mencarikan
tempat tinggal yang lain,” tambah Hermain.
Kekurangan lainnya yang lepas dari pengamatan Hermain antara lain
mengenai Stadion Utama Palaran, Samarinda. Hal itu dapat dilihat di
satu hari menjelang penutupan, beberapa pekerja masih tampak melakukan
pembetulan beberapa ruas jalan di dalam? kompleks stadion.Hal itu
menandakan pembangunan mega proyek itu kurang terencana.
Kekurangan lainnya adalah soal kondisi jalan di Sanata yang belum
rampung yang menyebabkan sulit dilalui karena becek. Akibatnya,
beberapa cabor seperti aeromodeling terpaksa dipindahkan bahkan partai
final pun harus dimundurkan pada hari penutupan.
Saat disinggung mengenai veneu-venue yang menghabiskan uang lebih dari
dua Triliun itu seusai PON nanti, Hermain mengaku akan menjadikannya
sebagai tempat pemusatan latihan dan pembibitan atlet.
Ketua Pengawas PB PON XVII/2008 Hendardji Suparji juga mengaku senang
dengan keberhasilan Kaltim sebagai tuan rumah. Bahkan, ini di luar
dugaannya. “Dari kacamata KONI Pusat , PON XVII/2008 memiliki plus dan
minus yang setara. Tapi, setelah ditimbang-timbang, ternayata lebih
banyak plus dibanding minus,” tutur Hendardji. (*)
|
|
03.09.2008 | Metro Humaniora
Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…
|
|
20.11.2008 | Metro Gaya
GAYA potongan maupun pewarnaan rambut yang dipilih dapat membangun karakter dan imej seseorang, pun demikian dengan kaum pekerja.…
|
|
|
|
20.11.2008
TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…
20.11.2008 | Metro Padang
SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…
|
|