|
Mesin Kurang Greng Saat Start |
pdf
|
| cetak |
|
|
Minggu, 20 Juli 2008 |
|
Dalam kondisi normal, begitu kunci kontak pada posisi "on" dan kunci
diulir menuju titik start, mesin langsung menyala. Namun, pada kondisi
tertentu terjadi sebaliknya. Mesin tidak langsung hidup dan kita mesti
mengulangi beberapa kali mengulir kontak ke posisi start.
Kondisi ini merupakan permulaan dari kekurangberesan pada kelistrikan dan mesin. Ini sering dialami mobil dengan bahan bakar mesin, terutama yang masih menggunakan sistem pengapian platina. Banyak kemungkinan yang menyebabkan mesin kurang fit.
1. Campuran Bahan Bakar
Kekurangtepatan campuran bahan baker dan udara, terjadi karena mutu bahan bakar atau setelan karburator yang kurang tepat. Terlalu rapat / renggang setelan Idle Mixture Adjusting Screw (IMAS) di karburator. (Pada mesin dengan sistem injeksi, hal ini biasanya terjadi karena setelan pada variabel resistor tidak tepat.) Juga bisa disebabkan karena kotornya saluran bahan bakar, saringan bahan bakar dan saringan udara.
2. Kompresi
Bila kompresi yang dihasilkan mesin lebih rendah dari dibutuhkan, tentu mempersulit terjadinya pembakaran. Praktis mesin sulit hidup. Kekurangtepatan ini bisa terjadi karena celah katup yang tidak tepat, terjadi keausan pada dudukan dan kepala katup, banyak kerak karbon pada kepala dan dudukan katup.
3. Pengapian
Percikan bunga api yang kurang kuat dan kurang tepat juga dapat menyebabkan mesin susah hidup. Ini biasanya dipicu oleh platina yang sudah aus, lemahnya daya serap kondensor atau pun karena nilai tahanan kumparan pada coil pengapian sudah tinggi akibat panas. Jika komponen-komponen itu masih bagus bisa disebabkan berubahnya awal pengapian dan ukuran celah platina yang telah berubah. Stel ulang sesuai standar.
Kebanyakan pengendara mendiamkan saja jika mengalami kasus mesin yang sedikit susah hidup. Mungkin karena mesin masih dapat dihidupkan setelah beberapa kali kunci kontak diputar. Apabila dibiarkan bukan tak mungkin muncul dampak yang jauh lebih buruk: baterai soak misalnya. Baterai dapat soak karena pemakaian arus listrik yang berlebihan pada saat start.
Selain baterai soak, apabila terjadi campuran yang tidak tepat (pembakaran yang tidak sempurna) yang jelas konsekuensi berikutnya adalah tenaga mesin berkurang dan konsumsi bahan bakar menjadi boros. Sebetulnya, setingan mesin yang mendukung kesempurnaan sistem pembakaran dapat terjaga apabila pengendara tidak mengabaikan jadwal engine tune up secara periodik. Karena, pada saat ini akan dilakukan penyetelan-penyetelan dan pemeriksaan komponen-komponen mesin. (kplc)
|
|
|
|
20.11.2008
TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…
20.11.2008 | Metro Padang
SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…
|
|