Saat ini ada 1 tamu online
Tiga Sungai Terancam Abrasi pdf  | cetak |
Selasa, 22 Juli 2008
GURUN LAWEH METRO-- Akibat hujan deras yang mengguyur Kota Padang beberapa hari terakhir. Tiga sungai besar di Kota Padang berpotensi meluap dan terancam mengalami abrasi, karena sebagian tembok kawat penyanggah tepian tiga sungai tersebut terbawa arus.
Seperti yang terjadi di Batang Tanah Sirah yang membelah daerah Gurun Laweh dan Kelurahan Lubuak Bagaluang. Luapan air sungai hanya berjarak sekitar satu meter dari badan jalan. Tembok penyanggahpun rusak. Begitu juga dengan Batang Kuranji dan Batang Bungo yang makin menggila setelah disiram hujan.

Otomatis, melihat keadaan sungai, beberapa warga yang tinggal ditepian sungai dicekam ketakutan. Bahkan di Kelurahan Banuaran, air hanya berjarak sekitar setengah meter dari perumahan penduduk. “Kami sangat ketakutan sekali, dulu waktu hujan air sampai memasuku rumah. Tak hanya air, ularpun juga masuk ke dalam rumah,”ulas Erni, warga Linggar Jati, Kelurahan Lubuak Bagaluang.

Tak hanya luapan sungai yang jadi bom ketakutan warga yang tinggal ditepian sungai. Rusaknya tembok kawat penyanggah pinggir sungai juga menelurkan ketakutan. “Nanti kalau kawat penyanggah rusak kami takut rumah kami yang berada di lereng sungai akan longsor masuk ke dalam sungai,”terang Endri (40) warga Banuaran.

Tembok-tembok penyanggah tepian sungai yang hanyut terbawa arus ditakutkan nantinya bisa menyebabkan abrasi tepian sungai. Sungai semakin melebar, tentunya akan menyebabkan bencana yang lebih besar. Sementara penduduk banyak yang bermukim di bantaran sungai.

Tapi ketakutan tersebut hanya menghampiri beberapa warga. Malah di tengah derasnya hujan dan besarnya luapan sungai. Banyak wrga yang terdiri dari para remaja dan anak-anak menjala ditepian sungai. Tak nampak ketakutan di wajah mereka. Malah yang ada raut-raut kebahagian saat jala mereka menjaring beberapa ekor ikan.

“Kalau hujan begini, ikan sangat banyak. Kami mendulang keuntungan dari derasnya arus sungai. Soal ketakutan dihanyutkan sungai memang ada. Tapi tak jadi masalah, toh hidup dan mati ada di tangan tuhan. Kita tak akan tahu,”celoteh Adi (20) warga Subarang Padang yang ditemui Koran ini saat asyik menjala ikan di samping Jembatan Buai, Mato aia. (0)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Catatan Bapedalda Kota Padang, Batang Arau Paling Parah Tercemar

20.11.2008 | Metro Padang

SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…



advert-4.jpg

indosat.gif