Saat ini ada 9 tamu online
Jauhi Rokok Mulai Sekarang! Sayangi Diri dan Keluarga Anda pdf  | cetak |
Minggu, 27 Juli 2008
“Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin”. Peringatan itu tertera di setiap bungkus rokok. Meski sudah ada peringatan, tetap saja rokok dicari oleh para penyuka atau yang sudah candu. Bahkan bagi seorang perokok berat dalam satu hari bisa menghabiskan 2 sampai 3 bungkus rokok.
Anda seorang perokok? Atau ada keluarga, teman atau rekan kerja anda yang merokok? Atau Anda sendiri berada di lingkungan kerja yang banyak perokoknya—sehingga Anda menjadi seorang perokok pasif? Mulailah berpikir bahwa rokok dapat merusak tubuh anda dengan berbagai cara, mulai dari menurunkan sistem kekebalan tubuh sampai meningkatkan resiko infeksi.

Bila dibanding mereka yang tidak merokok, perokok cenderung merasa kurang sehat, lebih rentan terserang penyakit, lebih sering tidak masuk kerja karena alasan sakit, dan jika di rawat inap di rumah sakit akan membutuhkan waktu yang lebih panjang. Pada perokok, resiko komplikasi lebih tinggi dan kemampuan bertahan setelah menjalani operasi menurun karena kerusakan sistem kekebalan tubuh. Resiko tinggi terhadap infeksi, pneumonia, dan komplikasi pernapasan lainnya juga telah siap menghadang.

Meski demikian, tetap saja susah merubah kebiasaan—kesukaan seseorang dengan rokok. Bahkan seorang perokok bisa berkata,” tidak dapat bekerja kalau tidak menghisap rokok”. Malah ada yang lebih ekstrim berkata, “enggak ada ide kalau gak ngerokok”. Tidak bisa bekerja, otak buntu dan stres," ucapan itu akan terlontar dari para perokok yang sudah kecanduan tersebut.

Eldi (42) misalnya, seorang pegawai swasta di kawasan Ulak Karang kepada POSMETRO, mengaku merokok sudah menjadi rutinitas dan kewajiban yang harus dipenuhi. Sama seperti makan nasi, rokok harus dihisap tiap hari. “Sebenarnya saya sudah mencoba untuk berhenti. Tapi sangat susah. Istri di rumah sudah setiap hari menceramahi saya untuk berhenti merokok. Tapi, mau gimana lagi, susah meninggalkan rokok ini,” kata Eldi.

Kebiasaan merokok, yang sudah dilakoni sejak kelas II SMP tersebut berawal dari ajakan teman-teman. Dari yang hanya iseng-iseng, akhirnya ketagihan. Di usianya yang sudah dia atas 40 tahun, rokok sudah menjadi teman bekerja bagi Eldi. Hal serupa juga diakui Yudi (24) yang merokok karena diajak teman-teman ketika masih kuliah. Padahal, sebelum mencoba rokok, Yudi sudah berjanji kepada orangtuanya auntuk tidak merokok. Hal itu, disebabkan karena orang tua laki-lakinya mengidap penyakit paru-paru—karena kebiasaan merokok.

“Saya tahu bahaya merokok. Apalagi Papa meninggal karena penyakit paru-paru yang disebabkan oleh rokok. Sekarang saya sedang berusaha keras untuk berhenti merokok. Meski susah, saya coba untuk mengurangi menghisap rokok tiap hari,” ujar Yudi yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Kalau satu hari bisa habis 1 bungkus. Sekarang hanya 5 atau 6 batang sehari,” tambah Yudi berharap kebiasaan merokok tidak menyebabkan dia terkena penyakit paru-paru seperti orangtuanya.

Rokok Pengaruhi Seluruh Tubuh

Kebiasaan merokok sangat merugikan bagi perokok dan orang di sekitarnya. Banyak penyakit yang ditimbulkan dari rokok. Kepadatan tulang pada perokok akan berkurang, sehingga dapat menyebabkan terjadinya patah tulang pinggul. Kepadatan tulang pada perokok diketahui lebih rendah daripada mereka yang tidak merokok.

Merokok menyebabkan penyakit arteri perifer yang dapat mempengaruhi aliran darah ke seluruh tubuh. Yang terjadi, pembuluh arteri yang mensuplai darah ke kaki menjadi sempit dengan adanya aterosklerosis. Meskipun aterosklerosis lebih umum dihubungkan dengan penyakit jantung, namun aterosklerosis dapat mempengaruhi arteri di bagian tubuh manapun, termasuk di kaki dan otak. Arteri yang sehat bersifat kuat, fleksibel dan elastis, serta dinding dalamnya lembut sehingga memungkinkan darah bergerak bebas sepanjang arteri untuk mensuplai jaringan dan organ.

Kanker merupakan penyakit pertama yang dihubungkan dengan rokok. Merokok dapat menyebabkan beberapa jenis kanker, diantaranya kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker laring, dan kanker esofagus. Dalam waktu 10 detik setelah diisap, nikotin dalam rokok akan segera mencapai otak. Saat anda mengisap rokok itulah terjadi pengiriman bahan kimia ke otak yang akan mengubah sifat kimiawi dalam otak sehingga mempengaruhi perasaan perokok. Diketahui bahwa rokok merupakan salah satu penyebab stroke.

Merokok juga dapat mempengaruhi mata anda. Merokok akan meningkatkan resiko terjadinya katarak 2-3 kali lebih tinggi. Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di dunia. Perokok akan lebih mudah terkena infeksi saluran pernapasan bagian atas seperti flu dan radang tenggorokan karena infeksi virus atau bakteri. Merokok merusak kemampuan tubuh untuk melawan infeksi, sehingga tubuh menjadi rentan terhadap penyakit. (ren)


 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Catatan Bapedalda Kota Padang, Batang Arau Paling Parah Tercemar

20.11.2008 | Metro Padang

SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…



advert-4.jpg

indosat.gif