|
Grameen Foundation (GF), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dan Qualcomm
Incorporated (QCOM) melalui inisiatif Wireless Reach™ Qualcomm
meluncurkan Program Telepon Pedesaan (Village Phone Program) yang
pertama di Indonesia. Pogram dengan nama Uber ESIA ini menggunakan
teknologi 3G CDMA, untuk menghadirkan layanan telekomunikasi nirkabel
yang terjangkau bagi masyarakat pedesaan.
Uber ESIA, yang berarti usaha bersama, bertujuan memfasilitasi akses telekomunikasi yang terjangkau melalui cara-cara berkelanjutan, bermanfaat dan berdayaguna bagi masyarakat pedesaan Indonesia. Uber ESIA adalah salah satu dari program-program serupa di seluruh dunia yang telah diluncurkan oleh Grameen Foundation sebagai Program Telepon Pedesaan (Village Phone Program).
Inisiatif ini adalah program pertama yang menggunakan 3G CDMA, sehingga para pengguna dapat mengakses layanan suara berkualitas tinggi dan beragam aplikasi bergerak canggih, termasuk data berkecepatan tinggi. Grameen Foundation, Bakrie Telecom dan Qualcomm akan bekerja sama dengan lembaga keuangan mikro lokal Indonesia untuk membantu mitra usaha kecil dalam peminjaman dana yang dibutuhkan untuk membeli sebuah “usaha” Telepon Pedesaan (Village Phone), yang terdiri dari sebuah telepon nirkabel 3G CDMA dan charger, materi pemasaran, poster harga, kartu nama dan materi pelatihan.
Operator Telepon Pedesaan (Village Phone Operator atau VPO) akan menjalankan usaha mereka di daerah pedesaan yang sebelumnya tidak terjangkau oleh layanan telekomunikasi dan menyewakan telepon kepada lingkungan disekitar mereka dengan cara penggunaan berdasarkan per telepon. “Dengan berlandaskan visi kepemimpinan Grameen Telecom, Grameen Foundation berkomitmen untuk memastikan bahwa masyarakat miskin tidak tertinggal di era teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang dengan pesat,” kata Alex Counts, president dan CEO of Grameen Foundation.
“Pembiayaan usaha mikro membantu agar teknologi dapat terjangkau oleh masyarakat miskin dan kami sangat antusias bekerja sama dengan Qualcomm dan Bakrie Telecom untuk membantu usaha mikro Indonesia di daerah pedesaan untuk membangun usaha mandiri yang juga dapat meningkatkan kehidupan sosial-ekonomi di lingkungan masyarakat yang lebih luas,” lanjutnya.
Model Telepon Pedesaan memungkinkan semua orang dapat memperoleh manfaat dari inisiatif ini. Lembaga keuangan mikro menyediakan layanan finansial dan memperoleh pemasukan dari bunga pinjaman serta komisi dari penjualan waktu dari penggunaan kartu pra-bayar kepada klien-klien mereka.
Mereka juga menarik klien-klien baru yang tertarik dengan kesempatan untuk memulai usaha yang berorientasi teknologi ini. Perusahan-perusahaan telekomunikasi memperoleh manfaat melalui penetrasi pasar baru. VPO memiliki usaha yang kuat dan berkembang, dan yang paling penting, individu yang yang tinggal di lingkungan masyarakat tertinggal memperoleh akses telekomunikasi dan layanan informasi yang terjangkau yang dapat menghubungkan mereka dengan teman-teman, keluarga, relasi bisnis dan dunia.
“Uber ESIA merupakan terobosan baru dalam industri telekomunikasi Indonesia dan untuk Bakrie Telecom, serta merupakan instrumen penting untuk membantu masyarakat pedesaan Indonesia untuk meningkatkan taraf kehidupan ekonomi dan sosial mereka yang hidup di daerah tertinggal,” kata Anindya N Bakrie, president director, PT Bakrie Telecom Tbk.
Tujuan inisiatif ini adalah memberdayagunakan wanita di pedesaan, karena para ibu rumah tangga adalah target utama inisiatif ini. Wanita memiliki peran yang penting dalam membantu penghasilan keluarga, namun mereka masih memiliki keterbatasan posisi dan akses untuk sumber daya ekonomi. (rel)
|