|
LIMOPULUAH KOTO, METRO-- Lagi, kebakaran hebat yang tidak dapat dibendungi kembali terjadi di kawasan Limopuluah Koto. Kali ini, terjadi di Kanagarian Rimbo Data, Kecamatan Pangkalan. Mengamuknya api di Rimbo Data itu, membawa duka yang dalam warga setempat, sehubungan seorang bocah yang bernama M. Riski (3) tewas mengenaskan dalam keadaan gosong, akhir pekan kemarin.
Informasi yang dihimpun POSMETRO, di lokasi menyebutkan, kebakaran yang
terjadi di Rimbo Data itu, tak obahnya sepetri musibah yang terjadi
pada tahun-tahun sebelumnya. Namun kali ini lebih parah lagi karena
korban bukan saja menderita kerugian materil bahkan menelan korban jiwa.
Lebih memprihatinkan lagi, ketika api membesar, pemilik rumah yang
bernama Abdul Rivai (32) yang sehari-hari berkedai di depan rumahnya,
tidak tahan melihat anaknya masih berada dalam rumah. Ketika Abdul
Rivai mencoba untuk menyelematkan anaknya dan memasuki rumahnya dalam
kedaan api membesar, dia malah ikut terbakar dan langsung pinsan.
Setelah warga setempat mengevakuasi korban M. Riski, sebagian dari
warga melarikan korban Abdul Rivai ke RSUD Dr Adnaan WD Payokumbuah
untuk mendapatkan peratawatan intensif dari tenaga medis. Sampai saat
ini, korban Abdul Rivai yang mengalami luka bakar pada sekujur tubuhnya
masih dirawat di rumah sakit.
Kasi Siaga Kesbang Pol Limopuluah Koto, Firmansyah kepada POSMETRO
mengatakan, kebakaran yang terjadi di Rimbo Data itu, asal muasal api
sedang dalam penyelidikan. Sedangkan kerugian material yang dialami
korban mencapai puluhan juta rupiah, karena tidak satupun barang milik
korban yang dapat diselamatkan.
Pada waktu kejadian, pemilik rumah sedang berada di luar, terpaut
jaraknya dari rumah sekitar 10 meter. Korban tahu, setelah ada laporan
dari warga adanya asap tebal yang berasal dari rumah korban. Kemudian
warga mulai berhamburan mencoba menjinakan api dengan menyiraminya
mengunakan ember. Namun apa daya, upaya masyarakat untuk memadamkan api
yang sudah membesar itu sia-sia dan tidak dapat dibendungi lagi. Api
yang semakin membesar itu membuat rumah milik korban rata dengan
tanah.(nur)
|