Saat ini ada 2 tamu online
Tingkat Kematian Bayi Tinggi, 40 Persen Dari 4,5 Juta Ibu Tak Susui Bayinya pdf  | cetak |
Kamis, 28 Agustus 2008
PADANG, METRO-- Tingkat kematian bayi di Indonesia termasuk tinggi. Setiap satu jam 24 orang balita meninggal dunia atau 576 balita meninggal setiap harinya di negeri ini. Setali tiga uang, tingkat kematian ibu melahirkan juga tinggi dengan 2 ibu meninggal setiap satu jam.
Hal itu terungkap dalam seminar Pemberian ASI Ekslusif dan maksimal dalam mendukung ibu untuk mendapatkan hasil emas (Anak yang berkualitas) di aula Kantor Gubernur Sumbar (27/8). Penyebab kematian bayi terbesar didasarkan fakta bahwa 40 persen dari 4,5 juta ibu melahirkan di Indonesia tidak menyusui bayinya. Sebagai gantinya, bayi diberi susu formula yang justru mempercepat kematian mereka.

Seminar dalam rangka peringatan Pekan ASI se dunia ini mengambil tema menjadikan anak emas. Tampil sebagai pembicara adalah dokter spesialis anak dr A Praborini SpA IBCLC, anggota Perinatologi Indonesia (Perinasia) Cabang Sumbar, Gustina Lubis SpA (k) dan sebagai moderator ketua Perinasia Sumbar Jusar Sulin.

Dr A Praborini mengatakan secara ilmiah ASI sudah terbukti ampuh mengatasi serangan penyakit pada balita. Asma, kanker termasuk gangguan jiwa pada anak, termasuk penyakit yang bisa dicegah jika sang ibu memberika ASI ekslusif pada balitanya.

Nyatanya, banyak kasus sang ibu mengganti ASI dengan susu formula dengan berbagai alasan. Padahal selama 6 bulan pertama, bayi harus diberikan ASI saja sebagai makanan utama. Barulah pada umur 6-12 bulan, komposisinya ditambah dengan makanan tambahan, namun tetap 70 persen ASI.

Gencarnya iklan susu formula ditenggarai penyebab orang tua mengehntikan pemberian ASI dan beralih pada susu formula. Ketentuan WHO yang sudah diratifikasi Indonesia, melarang iklan susu formula untuk baliat dibawah 2 tahun dan makanan tambahan bayi untuk usia 6 bulan. “Padahal sudah ada larangan untuk itu, tapi tiap hari tetap saja kita saksikan iklan-iklan itu di televisi kita,” katanya.

Jusar Sulin mengingatkan para bidan untuk tidak menjalin kerjasama dengan perusahaan susu formula. Menurunya ada bidan yang menjadi perpanjangan perusahaan susu untuk memakai produk susu formula tertentu. Bidan yang melakukan itu, tegasnya, harus mendapatkan sanksi tegas. Karena bidan mestinya menganjurkan penggunaan ASI kepada pasiennya.

Mneurut Gustina Lubis, pemberian ASI kepada balita bukan saja mencegah balita terserang penyakit, tapi juga meningkatkan IQ anak. Bayi yang mendapatkan ASI ekslusif, IQ nya lebih tinggi 14 pon dari yang tidak. Menurutnya ASI memiliki kandungan yang kaya antibodi, banyak sel darah putih, pencahar, faktor pertumbuhan dan kaya vitaman A.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Rosnini Syavitri mengatakan, tingkat kesadaran ibu-ibu memberikan ASI kepada balitanya di Sumbar makin tinggi. Hasil survey gizi provinsi Sumbar 2004 memperlihatkan ibu yang memberikan ASI sampai 4 bulan adalah 19,3 persen. Jumlahnya meningkat menjadi 61,3 persen pada 2007.

Data UNICEF, kematian 30 ribu bayi di Indonesia dan 10 juta kematian bayi di dunia tiap tahunnya bisa dicegah dengan pemberian ASI secera ekskusif selama 6 bulans sejak lahir, tanpa memberikan makanan dan minuman tambahan.

Senada dengan UNICEF, WHO juga merekomendasikan inisiasi menyusu dini bagi tindakan life saving. Hasil penelitian WHO menunjukan, inisiasi dini dapat menyelatkan 22 persen dari bayi yang meninggal sebelum usia 1 bulan. Menyusu pada satu jam pertama kehidupan dinyatakan sebagai indikator global.

“Anak manusia itu harus diberi susu manusia. Bukan susu sapi. Menurut penelitian pemberian susu formula pada usia dini meningkatkan bayi mendapatkan resiko penyakit, seperti hipertensi, stroke, ISPA, diare, kurang cerdas, infeksi saluaran kemih dan penyakit lainnya,” tambah Dr A Praborini SpA. (nto)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif