Saat ini ada 4 tamu online
Puluhan Politisi di Sumbar Loncat Pagar, Bukan Kader yang Loyal pdf  | cetak |
Kamis, 28 Agustus 2008
PADANG, METRO-- Di mana-mana politisi tetap saja sama. Begitu ketemu kesempatan dan peluang bagus, mereka bakal meloncat ke tempat itu. Di Sumbar, setidaknya ditemukan 40-an orang politisi yang loncat pagar dari satu partai ke partai lainnya. Mereka tidak saja berasal dari parpol kecil, tapi juga parpol besar. “Ada 40-50 orang yang loncat pagar. Besok lah kita beri namanya. Sekarang sedang direkap,” kata anggota KPU Sumbar Husni Kamil Manik di ruang kerjanya, Rabu (27/8).
Politisi loncat pagar ini, kata Husni bukan saja berasal dari parpol kecil namun juga ada dari partai besar. Hampir di semua kabupaten/kota, kecuali Kota Padang ditemukan fenomena ini. Bahkan salah satu kabupaten di Sumbar ini menyumbang angka terbesar yaitu 12 orang. Namun Husni Kamil Manik meminta untuk tidak menulis nama daerah itu.

KPU Sumbar  akan berupaya mengatur jadwal pelaksanaan Pergantian Antar Waktu (PAW), jika Parpol mengganti kadernya yang pindah ke partai lain. “Perlu penjadwalan kerja, agar proses PAW ini tidak mengganggu tahapan Pemilu 2009,” tambahnya.

Berdasarkan Pasal 16 UU No 2/2008 tentang Partai Politik, anggota Parpol diberhentikan keanggotannya jika meninggal dunia, mengundurkan diri secara tertulis, menjadi anggota Partai Politik lain atau melanggar AD dan ART.

Tak Loyal

Sementara Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Surya Dharma Ali (SDA) tidak ambil pusing dengan ulah sejumlah kader PPP yang melompat ke partai lain. Soalnya mereka, menurut Surya Dharma Ali bukan orang penting partai.

“Politisi loncat pagar itu hal biasa. Di PPP juga ada, tapi bukan orang-orang penting yang keluar. Kita tidak khawatir. Tapi kalau semua PPP Sumbar yang pindah, itu artinya memang orang penting yang loncat pagar. Kalau itu baru perlu diwaspadai,” kata SDA usai membuka pameran usaha kecil menengah di Gedung Bagindo Aziz Chan, Rabu (27/8).

Menjamurnya partai politik saat ini, memang memberikan banyak pilihan bagi poltisi. Mereka bisa pindah dari satu partai ke partai lain. Menurut SDA, kader yang pindah itu adalah kader yang tidak loyal. Umunya mereka pindah ke partai lain, karena menganggap partai itu lebih bagus. Meski begitu, tidak jarang mereka kembali lagi ke partai yang pertama. “Nanti kalau tahu ngak enak, juga bakal balik lagi. Ada yang diterima, ada juga tidak. Tapi kalau pun diterima lagi, mereka akan memulai lagi dari bawah. Mereka sudah punya catatan buruk,” katanya.

Dia juga membantah maraknya politisi loncat pagar sebagai kegagalan parpol melakukan pengkaderan. Partai politik tidak ubahnya seperti produk UKM. Tiap UKM memiliki produk berbeda, tidak jarang dalam beberapa awaktu mereka mengeluarkan produk baru.

Bagi yang loyal, tidak akan beralih. Tapi yang rapuh, akan pindah ke produk lain. “Mereka otomatis berhenti dari sebagai anggota partai. Kalau dia anggoat DPRD juga berhenti dari legislatif (PAW-red),” tambah SDA didampingi ketua PPP Sumbar Epiyardi Asda. (nto)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif