Saat ini ada 8 tamu online
Geliat Pembangunan di Limopuluah Koto, Jembatan Bangkitkan Ekonomi Masyarakat pdf  | cetak |
Kamis, 28 Agustus 2008
PERHATIAN pemerintah Kabupaten Limopuluah Koto, duet Amri Darwis-Irfendi Arbi, terhadap pembangunan, dalam rentang waktu 3 tahun ini, cukup dapat dirasakan oleh masyarakat banyak. Apalagi dengan terealisasinya pembangunan jembatan di beberapa kawasan. Sebab jembatan adalah urat nadi masyarakat, khususnya para petani dan pekebun.
Pembangunan jembatan, selain sangat prinsip oleh para petani, pedagang, dan pekebun juga untuk memudahkan penyebragan anak-anak bangsa ini ketika berangkat ke sekolah. Karena keberadaan sekolah seperti SMP dan SLTA, lokasinya memang tidak di semua nagari.

Seperti yang dikatakan Khainir Dt. Mali Puti (50) salah seorang tokoh masyarakat Bungo Sitangkai, Kenagarian Bukik Sikumpa, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limopuluah Koto, kepada POSMETRO, Selasa (26/8) di kediamannya. Selama ini, masyarakat selalu digeluti oleh kesedihan dan dihantui oleh ketakutan dengan mempergunakan jembatan gantung.

Namun setelah jembatan di selasai diperbaiki, ekonomi masyarakat kembali bangkit seperti yang kita harapkan. Kesulitan masyarakat untuk mengangkut hasil bumi ke pasaran, tidak lagi menjadi sulit dan sudah dapat dikatakan mengalir seperti air.

Kini untuk mengangkut hasul panen, petani tidak mengeluarkan biaya besarlagi, seperti membayar jasa ojek. Dengan telah difungsikan jembatan permanen, maka hasil panen petani sudah bisa diangkut dengan menggunakan mobil sekali angkat saja.

Kenagarian Batupayung, Balaipanjang dan Sitanang, merupakan nagari penghasil palawija, gambir, karet, cabe dan padi dengan produksi gambir 80 dan karet 50 ton per minggu. Dengan tinggiya produksi hasil panen inilah dibutuhkan sekali sarana transportasi untuk mempermudah pemasaran hasil produksi.

Selain memperlancar arus transportasi bagi masyarakat, dengan aanya pembangunan jembatan permanent ini juga makin membuka ketiga nagari ini untuk daerah lain. Hal tersebut terlihat saat ini sudah dibuka pasar dadakan 1 kali dalam seminggu yakni hari Jum’at di Subarang Air dan hari Minggu di Toreh.

Dengan adanya pasar Jum’at dan pasar Minggu, ternyata kehidupan masyarakat semakin membaik. Perekenomian mulai bergerak, perputaran uang semakin jelas, hasil panen petani dapat dijemput langsung oleh konsumen ke lokasi. “Habatnya lagi, kebutuhan sehari-hari masyarakat dapat dibeli di kampong halaman sendiri, “sebut K. Dt. Mali Puti. (*)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif