Saat ini ada 4 tamu online
Sehat dan Segar Selama Puasa, Aktivitas Kerja Terjaga pdf  | cetak |
Minggu, 31 Agustus 2008
BULAN Ramadhan telah datang!  Bagi umat muslim, Ramadhan merupakan bulan yang istimewa—bulan penuh rahmat dan berkat, bulan keampunan yang ditunggu oleh umat Islam. Lewat puasa diharapkan manusia mensucikan diri, melakukan peleburan jiwa untuk menemukan kembali jati diri.
Selama satu bulan menahan lapar dan dahaga, diharapkan umat muslim dapat merasakan bagaimana penderitaan orang-orang yang hanya mampu makan satu kali sehari. Namun, agar ibadah puasa kita berjalan dengan baik, tentulah kita harus menjaga kebugaran fisik. Soalnya, berubahnya jadwal makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali, ada juga dampaknya pada tubuh.

Puasa menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang memiliki aktivitas dengan frekuensi tinggi. Terlebih bila memiliki rutinitas sarapan, deretan doping bernama multivitamin, dan sebagainya. Kini, saat puasa, Anda tidak mungkin dilakukan. So, bagaimana tetap sehat lagi bugar saat puasa, tentu tanpa mengurangi tingkat prestasi kerja. Tulisan kali ini layak Anda perhatikan.

Berawal dari kerja tubuh saat mencerna makanan saat sahur, kemudian setelah waktu imsak tidak ada lagi makanan/minuman yang masuk, maka proses pencernaan berlangsung untuk mencerna makanan sahur saja sehingga tidak terlalu berat bekerja. Setelah proses pencernaan berlangsung sekitar 6-8 jam, saluran pencernaan diistirahatkan hingga tiba waktu berbuka puasa. Karena beban kerja mencerna makanan yang tidak terlalu berat dan adanya fase istirahat, maka kerja saluran cerna dapat lebih optimal.

Dengan demikian, penyerapan sari makanan juga lebih optimal sehingga nilai gizi dan energi yang dihasilkan untuk tubuh dapat terpenuhi dengan lebih baik. Jika energi yang dihasilkan makan sahur menipis tapi kita masih memerlukan energi untuk melanjutkan aktivitas selama berpuasa, maka tubuh akan membakar lemak berlebih yang ditimbun oleh tubuh dan mengubahnya menjadi energi. Dengan demikian berat badan kita akan terjaga, lebih stabil dan mendekati ideal.

Saluran pencernaan akan kembali bekerja setelah tiba waktu berbuka puasa. Tujuan kita makan dan minum saat berbuka puasa adalah mengembalikan energi yang hilang setelah seharian berpuasa, dan menghasilkan energi kembali guna melangsungkan ibadah malam di Bulan Ramadhan, baik Shalat Tarawih maupun ibadah lainnya. Idealnya, makanan yang kita makan saat berbuka harus yang cepat dicerna tubuh agar tubuh cepat menjadi segar kembali dan kita juga memiliki energi untuk melakukan Shalat Maghrib dan Tarawih. Selain itu, kerja saluran cerna juga tidak begitu berat karena nutrisinya langsung diserap oleh usus.

Selesai Shalat Tarawih, kita boleh mengonsumsi makanan/minuman untuk mengganti energi yang dikeluarkan saat Shalat Tarawih sekaligus sebagai bekal energi untuk melakukan ibadah sepanjang malam Ramadhan. Untuk itu kita bisa makan makanan yang cepat maupun lambat dicerna, karena kita tidak memerlukan energi untuk pemulihan segera seperti saat berbuka puasa, tapi energi yang stabil sepanjang malam untuk melaksanakan ibadah.

Saluran pencernaan akan kembali bekerja pada saat kita makan sahur. Selanjutnya proses ini terus berlangsung selama kita puasa. Tetapi dalam pelaksanaan puasa itu sendiri ternyata terdapat beberapa masalah, seperti pola makan saat berbuka puasa.

Untuk sebagian orang, berbuka puasa dianggap sebagai ‘ajang balas dendam’ karena seharian tidak ada makan/minum. Dengan demikian, kadang harapan tercapainya kesehatan dengan berpuasa terutama untuk kesehatan saluran cerna tidak optimal. Selain itu, kita dapat menemukan permasalahan lain yaitu adanya sebagian orang yang mengeluh maagnya kambuh selama berpuasa. Dari permasalahan tersebut kita perlu mengelola puasa, sehingga kita juga mendapatkan hasil yang optimal dan kesehatan kita tidak terganggu.

Untuk mempertahankan tubuh agar tetap segar saat berpuasa harus dimulai dari makan sahur. Tujuannya, proses pencernaan dapat lebih panjang menghasilkan energi untuk tubuh kita selama puasa. Sedangkan menu yang dianjurkan adalah mengutamakan makanan yang banyak mengandung serat. Hal ini disebabkan oleh waktu yang diperlukan untuk mencerna serat lebih lama daripada jenis makanan lain. Jadi nutrisi yang diserap akan diubah menjadi energi, tepat saat kita memang beraktivitas di pagi harinya.

Konsumsi multi vitamin saat makan sahur tidak dilarang, karena akan menambah vitalitas tubuh saat melaksanakan puasa. Sedangkan untuk berbuka puasa, sebaiknya makan/minum yang manis seperti kurma dan teh manis agar cepat dicerna dan diserap oleh tubuh untuk mengembalikan energi yang hilang. Setelah Shalat Magrib, bisa makan dengan menu gizi seimbang agar kita memiliki energi untuk melakukan Shalat Tarawih. Tapi diharapkan jumlahnya tidak berlebihan.

Dengan makan secukupnya, kerja saluran cerna tidak begitu berat sehingga proses penyerapan nutrisi dapat lebih optimal. Selain itu, jika terlalu kenyang kita tidak akan merasa nyaman dalam melakukan aktivitas selanjutnya sehingga malas melakukan ibadah Shalat Tarawih. Bagi mereka yang mengeluh maagnya kambuh saat berpuasa karena gangguan produksi asam lambung, dapat mengkonsumsi obat untuk mengurangi gejala yang mungkin timbul selama berpuasa. 

Obat tersebut dapat diminum saat makan sahur dan berbuka puasa. Jenis obat yang dipilih harus yang bisa mencegah meningkatnya produksi asam lambung berlebihan sekaligus memelihara mukosa saluran cerna. Untuk jenis obat, dapat berkonsultasi kepada dokter agar sesuai kondisi tiap individu. Selain dengan obat-obatan, kesehatan psikis harus dijaga karena produksi asam lambung akan meningkat akibat faktor stres.

Dengan demikian, jangan takut adanya keluhan selama menjalankan ibadah puasa yang selain untuk menjalankan ajaran agama juga demi kesehatan tubuh kita. Bagi mereka yang merasa ada keluhan selama berpuasa, pasti ada solusi asal mau berusaha mencari penyelesaiannya.  Jadi, selamat menunaikan ibadah puasa. Tetap jalankan aktivitas dan berkreasi selama Ramadhan tanpa mengurangi nilai ibadah puasa. (*/ren)


 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif