Saat ini ada 7 tamu online
Penuhi Keinginan Konsumen, Sentral Elektronik Diresmikan pdf  | cetak |
Senin, 01 September 2008
PADANG, METRO-- Komplek Pertokoan Sentral Elektronik “Utara Plaza Andalas” yang baru saja diresmikan, akan buka perdana paling lambat 10 September mendatang. Pertokoan yang berada di eks Terminal Lintas Andalas ini, diyakini bisa menjadi pusat elektronik terbesar di Sumbar.
Lebih kurang empat tahun, pertokoan ini tidak tergarap maksimal. Sampai akhirnya, pengusaha Sumbar H Rani Ismail memiliki ide menyulap pertokoan dengan 68 kios ini menjadi Sentral Elektronik. Saat in, pertokoan dengan 68 kios ini, sudah terjual lebih dari 65 persen.

“Beberapa tahun lamanya, pertokoan ini tidak tergarap. Padahal kios ini dibuat untuk masyarakat menengah ke bawah. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menjualnya. Makanya ide dari Pak Rani Ismail ini kita sambut,” kata walikota Padang Drs Fauzi Bahar saat melaunching pertokoan ini, Minggu (31/8).

Sebagai ibukota provinsi, Kota Padang ungkap Fauzi Bahar memang sudah waktunya memiliki pusat penjualan barang-barang elektronik, termasuk HP yang terjangkau. Apalagi, era hari ini adalah era teknologi informasi. Manusia tidak bisa lagi untuk tidak tergantung pada perangkat multimedia, seperti komputer.

Pusat elektronik di Kota Padang ini, mengadopsi konsep kompleks elektronik Roxy Mas dan Pasar Kenari Jakarta. Mudahnya akses transportasi, diyakini akan membuat pertokoan ini akan magnet bagi pelaku usaha. Saat itu, Sentral Elektronik baru punya 68 kios. Rencananya usai Idul Fitri mendatang, kembali akan dimulai pembagunan 68 kios baru.
Launching yang dilakukan satu hari menjelang Ramadhan ini, selain dihadiri Fauzi Bahar dan Rani Ismail, juga hadir Dirut Bank Nagari Suryadi Asmi, anggota DPRD Sumbar Sawir Taher, dan puluhan pemilik toko. Suryadi Asmi dalam sambutannya mengatakan, meski berdekatan dengan Plasa Andalas yang notabene adalah pertokoan modern, Sentral Elektronik tetap akan berkembang pesat. Soalnya, semua jenis usaha sudah punya stratafikasi dan pangsa pasar sendiri.

Kehadiran Sentral Elektronik yang kreditnya dibiayai Bank Nagari, diyakini Suryadi Asmi akan menggerakkan sektor usaha kecil menengah di Kota Padang, Sumbar umumnya.  “Usaha-usaha modern tidak akan membunuh usaha tradisional. Karena semuanya sudah punya pasar sendiri-sendiri,” katanya.

Sementara itu penggagas yang juga Direktur Marketing Eksekutif, Rani Ismail menyebutkan ide menyulap pertokoan menjadi pusat elektronik, bercermin pada Roxy Mas dan Pasar Kenari di Jakarta. Setelah menghubungi pengelola Plasa Andalas, Rani Ismael akhirnya tahu bahwa sejak dibangun satu paket dengan Plasa Andalas, pertokoan ini tidak diminati pelaku usaha. “Saya survey, dimana letak salahnya. Kenapa pelaku usaha tidak berminat. Ternyata masalahnya ada pada penataan,” kata Rani Ismael.

Penataan yang dimaksud Rani adalah, dari 68 kios yang sudah dibangun di komplek itu, ternyata tidak diperuntukkan seragam. Di sana ada los daging, los ikan, los sayur, kelapa dan lainnya. Harusnya, kata Rani Ismail, pertokoan itu mesti punya spesifikasi khusus.

Bermula dari ide, Rani Ismael mulai bergerak maju. Dia menemui Dinas Pasar Kota Padang, walikota dan Bank Nagari. Ternyata ide brilian Rani ini mendapat sambutan positif. Semuanya setuju. Bahkan Bank Nagari sepakat membaiayai pertokoan ini. “Belum dilaunching saja, sudah terjual lebih dari 50 persen,” sebut Rani Ismail (nto)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif