Saat ini ada 3 tamu online
Balimau di Sumbar, Singkarak dan Pantai Puruih Minta Korban pdf  | cetak |
Senin, 01 September 2008
ImageDIRAWAT— Randi (terbaring) saat ditunggui orang tuanya di bangsal anak RS M Djamil Padang. Dia merupakan salah seorang dari tiga orang korban yang selamat, sewaktu mandi-mandi bersama rekannya di pantai Puruih.  Seorang rekannya yang lain, Fadil Maulana masih dicari masyarakat, tim SAR dan Pol Air Polda Sumbar

PADANG, METRO-- Disalmah terlihat tak kuasa, membendung air mata mengalir ke pipinya, Minggu (31/8). Perempuan 33  tahun itu tak menyangka, kepergian anak bungsunya Fadil Maulana (10) dari rumah sejak pukul 13.30 WIB, akan berakhir tragis.

“Setiap sore, Fadil memang kerap bermain bersama rekan sebayanya. Kalau saya tahu ia mandi ke laut, pasti akan dilarang. Karena ia tidak bisa berenang,” sesal Disalmah sambil menyebutkan, kepergian siswa kelas 4 SD 13 Purus ini, tanpa memberitahukan tujuan kepada dua orang tua sebelumnya. Hingga masyarakat menggelar shalat tarawih di malam perdana Ramadhan, Fadil Maulana masih dicari masyarakat, tim SAR dan Pol Air Polda Sumbar.

Fadil Maulana merupakan salah seorang dari empat bocah yang terseret arus di muara pertemuan Banda Bakali dengan Pantai Padang, Purus Atas, Kelurahan Rimbo Kaluang, sekitar pukul 15.00 WIB kemarin. Mereka yakni Adrian (11), Luki (10) dan Fadil (10) dan Randi (10). Bocah-bocah yang berasal dari Olo Ladang, Kecamatan Padang Barat itu hanyut, saat mandi-mandi di kawasan Pantai Padang tersebut.

Sewaktu dikunjungi POSMETRO di RS M Djamil Padang, Randi terlihat terbaring lemas di ruang bangsal anak RS M Djamil Padang. “Ia mandi-mandi bersama 4 orang temannya di Banda Bakali. Tiba-tiba, ada yang memberi kabar kepada saya, kalau Randi dan temannya tenggelam,” ungkap Yeliza, orang tua Randi di ruangan bangsal anak.

Yeliza mengatakan, ia amat terkejut mendengar kabar bahwa anaknya tenggelam. Kondisi air di Banda Bakali tersebut, sangat deras dan tidak dangkal untuk anak seusia anaknya. Kenekatan anaknya bersama 4 orang temannya tersebut, kini telah membawa duka mendalam bagi dirinya dan keluarga. “Di tempat tersebut, memang sering memakan korban tiap tahunya, apa lagi pada hari-hari besar terutama pada musim balimau menyambut ramadhan,” ujarnya.

Randi bocah pantai yang mesih duduk di bangku SD tersebut terlihat trauma atas kejadian yang baru saja menimpanya. Hingga berita ini di turunkan, kondisi Randi masih melemas, nafasnya sesak sementara di hidungnya terselip slang oksigen untuk membantu pernafasannya.  “Mungkin Ia harus dirawat dan 3 orang temanya sudah pulang kerumah masing-masing,” katanya.

Diseret Arus

Warga sekitar, Mawardi (56), mengaku tidak mengetahui peristiwa hingga kelima bocah tersebut bisa hanyut. Karena saat kejadian berlangsung, ia tengah tidur di dalam rumahnya yang berjarak 200 meter dari lokasi bocah hanyut tersebut. “Saat tidur, saya mendengar sayup-sayup orang berteriak ada anak hanyut.

Langsung saja saya terbangun dan berlari ke pantai. Saya ada tiga bocah yang kesulitan berenang dan hampir tenggelam,” aku pria berkulit gelap dengan tubuh atletis tersebut. Menyaksikan bocah nyaris tenggelam, Mawardi berinisiatif berenang dan hendak menolong mereka. Saat sampai di tengah, Mawardi menyebutkan ada dua bocah yang berdekatan dan meringkuk di dasar pinggir pantai.

“Saya langsung menarik tangan kedua bocah ini. Bersama warga lain, langsung saya bawa ke pinggir pantai. Sementara satu bocah lagi, terlihat sudah pandai berenang. Tanpa dibantu, ia sudah sampai ke pinggir,” kenangnya. Disebutkannya, arus laut di kawasan pertemuan sungai dan laut tersebut memang deras. Selain itu, lokasi enam bocah itu mandi-mandi cukup dalam. Diperkirakan mencapai 350 meter. Jika orang tidak bisa berenang mandi di kawasan tersebut, bisa berakibat fatal.

Sementara, warga Olo Ladang, Syahrial (45) menyebutkan dirinya tahu ada bocah asal Olo Ladang tenggelam setelah diberitahu warga Purus Atas. Disebutkannya, awalnya ada lima bocah yang pergi mandi ke Pantai Padang. Mereka adalah Anggi (13), Fadil Maulana, Fadil, Adrian, Luki dan Randi. Menurutnya, kelima bocah ini mengikuti Randi yang mandi ke tengah. “Karena tidak bisa berenang dan arus yang kuat, kelima bocah ini diseret ombak. Sementara Anggi berhasil selamat karena bisa berenang dan tubuh yang besar.

Beruntung empat orang berhasil diselamatkan warga, sedangkan seorang lainnya hanyut,” ungkap Syahrial. Kepala Pos Polisi Air Muara Padang Iptu Nursal menyebutkan, Polisi Air Polda Sumbar mengerahkan satu kapal jenis LCD (penjelajah, red) untuk membantu mencari korban hilang. Kapal yang dilengkapi alat penyelam dan 10 personil polisi air.

“Pencarian ini dipimpin langsung Kasubditbin Ops Pol Air Polda Sumbar AKP Andis,” ujar Nursal. Selain itu, satu perahu tim SAR dari Dinas Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Bencana (DKS-PB) yang dilengkapi tiga kru, juga melakukan pencarian. Tim pencari ini tampak menyusuri arah utara Pantai Padang. Mengingat arus air laut dan angin yang bertiup ke utara.

Hujan dan Badai

Sementara, di objek wisata Danau Singkarak yang ada di Tanjung Mutiara, Kecamatan Batipuah Selatan, dua nyawa melayang saat ramainya pengunjung yang melaksanakan ritual tahunan Balimau di pinggir danau tersebut kemarin. Korban pertama, seorang siswa kelas II SD, yang namanya belum didapat. Bocah laki-laki itu hilang, sekitar pukul 15.00 WIB. Didapat informasi, korban adalah warga Sawah Parik, Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru Tanahdata.

Korban ditemukan Tim SAR yang di backup polisi, Satpol PP Tanahdata dan masyarakat setempat pada pukul 17.00 WIB, dalam kondisi tidak bernyawa. Dari mulutnya keluar busa. Korban ditemukan hanya beberapa meter dari bibir pantai pada kedalaman sekitar 4 meter. Hal yang mengejutkan, saat tubuh korban baru diangkat, TKP langsung diguyur hujan disertai Badai.

Berselang setengah jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 15.30 WIB, Nanda (14) siswi SMP Baso, Kabupaten Agam juga tenggelam akibat benen yang dinaikinya terbalik.  Jasad korban yang merupakan warga nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso itu ditemukan selang 15 menit, setelah korban pertama  dengan lokasi keduanya berjarak 200 meter.

Suasana pilu, benar-benar terlihat dari kedua orang tua korban. Kesedihan nyata terlihat diwajah Emi dan Buyung—orang tua Nanda. Bahkan, seorang adik laki-laki korban, histeris memanggil-manggil Uni. Meski disekitar TKP terlihat sejumlah SAR BASARNAS Tanahdata, namun karena kurangnya fasilitas SAR, seperti alat penyelam, petugas penyelamat ini tidak dapat berbuat banyak, selain hanya dengan menyelam seadanya.

Dibantu Paranormal

Pencarian mulai menemukan titik terang setelah datangnya “Am” warga setempat yang memiliki kemampuan, mendeteksi keberadaan korban dan dibantu penyelam lokal. Menurut warga setempat, lokasi tewasnya kedua korban sebenarnya tidak layak lagi untuk mandi orang yang tidak bisa berenang. Karena, kedalamannya antara 3 hingga 5 meter. Dalamnya lokasi itu, diperkirakan akibat terbannya sisi danau saat gempa 6 Maret 2007 lalu. Sebab, dilokasi  tersebut, terlihat batang kelapa yang longsor ke danau, sekarang hanya terlihat pucuknya saja.

Hal ini, menandakan betapa dalamnya pantai Tanjung Mutiara tersebut. Selain persoalan bibir pantai, sepeda air yang ada dilokasi terlihat over kapasitas. “Lihatlah, sepeda air itu sudah over kapasitas. Tragisnya lagi, sejumlah balita terdapat didalamnya,” ungkap Kakan Perhubungan Tanahdata Andi Maqbul SH, disela-sela proses evakuasi korban.

Seolah tidak peduli dengan peristiwa yang baru terjadi, puluhan orang santai saja menaiki sepeda air mendekati TKP. Naifnya lagi, diantara orang yang menyesaki sepeda itu, terdapat beberapa orang yang tengah menggendong balita. Kalaulah sepeda air itu terbalik, entah bagaimana jadinya. Karena, tidak satupun penumpang terlihat pakai pelampung. (z/fhy/az/rpg)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif