|
Tiap orang memiliki kesenangan masing-masing. Beda orang beda pula hobinya. Ada yang suka olahraga, baca buku, nonton film sampai yang satu ini penyuka gantungan kunci. Adalah Neneng (26), wanita yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Padang ini, ngefans berat dengan yang namanya gantungan kunci.
Sejak beberapa tahun lalu, Neneng sudah mengumpulkan aneka jenis
gantungan kunci. Bukan saja beragam dalam bentuknya, tapi juga bahan
dasar. Beberapa gantungan kunci milik alumni Unand ini terbuat dari
logam, plastik, kayu dan melamin. Gantungan kunci itu didapatkannya
dari banyak tempat di Sumbar.
“Begitu ketemu ada yang jual gantungan kunci, kalau cocok langsung
dibeli,” kata perempuan yang memiliki ratusan gantungan kunci ini.
Saking banyaknya gantungan kunci miliknya, hampir setiap hari dia
gonta-ganti jenis gantungan kunci yang juga berfungsi ganda sebagai
gantungan tas sekalian. “Hari ini pakai yang jenis dan bentuk ini,
besok lain lagi. Tapi itu dulu, sekarang agak malas gonta-ganti. Ngak
ada waktu soalnya,” imbuhnya.
Faktor waktu luang juga yang mengahalangi wanita ini meneruskan
hobinya. Saat seratusan gantungan kunci kepunyaannya masih utuh, namun
sudah agak berdebu. Kata Neneng, karena waktu luang yang tersisa sudah
sedimikian sempit dihimpit aktifitasnya sehari-hari.
Waktu berubah, selera juga bertukar. Jika dulu dia penggemar gantungan
kunci, sekarang Neneng penyuka aneka kerajinan kayu. Saat ini dia
sedang memburu mobil-mobilan, motor dan sepeda yang berbahan kayu.
Katannya, kayu tampak lebih klasik dan eksotis dibandingkan logam dan
plastik.
“Tampak lebih antik kalau bahannya kayu. Kemarin saya baru saja beli
mobil pajangan drai kayu di Bukittinggi,” katanya sambil melirik
penjual kerajian yang sedang bertransaksi di kantor gubernur Sumbar.
(nto)
|