|
KEBERADAAN pedagang konfeksi musiman yang ada di salah satu sudut terminal yaitu di depan Blok C, kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan, dimana terminal yang sudah kecil menjadi semakin sempit. Selain itu keberdaan pedagang tersebut juga dirasakan imbasnya oleh pengusaha angkutan yang merasa lahannya untuk parkir di dalam terminal sudah dirampas oleh pedagang.
Seperti yang disampaikan salah seorang agen Edi (38) pada POSMETRO Rabu
(3/9) yang menyatakan, dimana armadanya yang biasa ngetem di tempat itu
menunggu penumpang terutama pada hari pasar sangat susah mencari tempat
ngetem, karena kondisi terminak yang lain juga sudah semakin sempit.
Sementara dia dan beberapa agen lainnya untuk mengusir pedagang dari
tempat itu, dirasa sudah pasti bukan wewenangnya.”Semua pedagang itu
sifatnya hanya musiman, yaitu selama bulan puasa ini saja, kalau
ditempat lain seperti di emper-emper toko mungkin masih bisa ditolerir,
tapi ini sudah jelas memakai areal terminal,”terangnya.
Keluhan yang dia sampaikan tersebut, juga menyampaikan keluhan para
sopir yang meminta pada para agen untuk mencarikan tempat ngetem,
karena biasanya di sekitar tempat itu bisa memarkirkan kendaraan bis
tiga perempat sebanyak enam unit, tapi semenjak adanya pedagang musiman
itu, angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) itu hanya bisa parkir
sebanyak dua unit, sedangkan yang lainnya harus menumpang di tempat
angkutan lain yang armadanya belum datang, tapi kalau armada di suatu
loket sudah datang, terpaksa armada ini pindah ke tempat lain
lagi.”Keluhan ini sudah kami sampaikan pada pihak LLAJ yang ada
diterminal,”tandasnya.
Sementara itu Petugas LLAJ yang ada di dalam terminal Dt Palimo ketika
dimintai tanggapannya, mengakui hal tersebut dan atas perintah atau
koordinasi dari atasannya dia akan langsung mengur pedagang di tempat
itu, kalau tidak bisa diberi peringatan, dia berjanji akan menindak
tegas.
”Untuk memberi peringatan secara baik-baik sudah kami lakukan,
dan mereka berjanji hanya selam bulan puasa ini saja, tapi nanti atas
perintah dari atasan, kalau memang tidak mau di beri peringatan lagi,
kita akan bertindak tegas, karena kondisinya sudah sangat
mengkhawatirkan, dimana kurang kebih sebanyak 30 PKL sudah menjamur di
tempat itu,” tandasnya menyakinkan.(*)
|